Setelah Minta Maaf ke Jokowi, Rismon Sianipar Sowan ke Istana Wapres

SEPERTI ingin menunjukan kesungguhannya, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik ijazah palsu Joko Widodo, Rismon Sianipar mendatangi Istana Wakil Presiden, Jumat (13/3/2026).

Kedatangan itu hanya berselang sehari setelah dia menemui Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Solo, Kamis (12/3/2026) sore.

Saat di Istana Wapres,  Rismon disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Setelah berbincang sejenak, Gibran nampak memberikan hadiah parsel kepada Rismon.

Setelah itu, Gibran langsung pamit untuk masuk lagi ke dalam Istana.

Minta maaf

Rismon Sianipar mendatangi rumah Jokowi di Solo untuk meminta maaf secara langsung. (Dok.IG)

Sebelumnya, saat menyambangi rumah Jokowi di Solo kemarin, Rismon meminta maaf secara langsung. Kedatangan Rismon yang didampingi kuasa hukumnya merupakan koreksi atas hasil penelitiannya sendiri.

Rismon mengaku telah melakukan kajian ulang mendalam selama dua bulan terakhir, meninjau kembali metodologi bukunya, Jokowi’s White Paper, untuk memastikan keakuratan dan integritas penelitiannya.

BACA JUGA  Warga masih Kesulitan Mendapat Elpiji 3 Kg

“Sebagai peneliti independen yang bertanggung jawab, saya harus menyatakan kesalahan dan mengoreksi hasil penelitian saya sendiri jika memang ditemukan kekeliruan. Berdasarkan temuan baru ini, saya menyatakan tidak ada kejanggalan terhadap keaslian ijazah Pak Jokowi,” kata Rismon kepada wartawan usai pertemuan dengan Jokowi.

Rismon menjelaskan bahwa titik balik keyakinannya muncul setelah dia mengamati langsung dokumen ijazah analog saat gelar perkara.

Studi komparatif

Dia melakukan studi komparatif dengan ijazah lain dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diterbitkan pada periode yang sama.

Hasilnya, dia menemukan bahwa standar pengamanan ijazah UGM kala itu memang konsisten dengan apa yang dimiliki Jokowi.

“Saya dapati memang ada emboss dan watermark. Setelah saya bandingkan dengan beberapa objek ijazah lain pada tahun yang sama dari UGM, memang pada saat itu belum menggunakan hologram sebagai pengaman. Yang ada hanya watermark dan emboss,” jelasnya.

BACA JUGA  Jokowi: Ada Framing Jahat Permintaan Tiga Periode

Tertutup

Meski secara pribadi merasa berat, Rismon menekankan bahwa validitas ilmiah dan objektivitas adalah prioritas utamanya sebagai peneliti.

Dia merasa perlu meluruskan polemik yang sempat memanas di masyarakat dan secara terbuka meminta maaf kepada publik serta kepada Joko Widodo.  (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

PERSIB Bandung masih kukuh di posisi puncak klasemen Grup E AFC Champions League (ACL) Two setelah mengalahkan wakil Australia Melbourne Victory 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu…

Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

PRESIDEN Prabowo Subianto berkenan menerima Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Presiden Prabowo menerima Vivian di Hambalang, Jawa Barat pada Rabu. Pertemuan tersebut dilakukan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

  • October 28, 2026
Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

  • October 28, 2026
Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

Demi Keadilan, Jumlah Pemain Asiang di League Cup Dibatasi

  • October 28, 2026
Demi Keadilan, Jumlah Pemain Asiang di League Cup Dibatasi

Lulusan S2 UGM Diharap Bisa Berkontribusi Bagi Masyarakat

  • October 28, 2026
Lulusan S2 UGM Diharap Bisa Berkontribusi Bagi Masyarakat

Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

  • October 28, 2026
Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia