PBB Desak Diakhirinya Tindakan yang Tingkatkan Eskalasi di Timteng

  • Global
  • August 14, 2024
  • 0 Comments

WAKIL Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo mengecam serangan Israel baru-baru ini terhadap Sekolah al-Tabeen di Gaza. Ia juga menyerukan semua pihak untuk mengakhiri semua retorika dan tindakan yang bisa meningkat eskalasi konflik.

“Serangan Israel yang menghancurkan Sekolah al-Tabeen di Gaza, sekali lagi menunjukkan betapa perlunya mencapai gencatan senjata, membebaskan para sandera dan meningkatkan bantuan kemanusiaan,” tegas Rosemary DiCarlo.

DiCarlo mengulangi pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang mengutuk hilangnya nyawa yang terus meningkat di Gaza menyusul serangan terhadap sebuah sekolah yang menampung ratusan keluarga pengungsi Palestina.

Dia menekankan bahwa situasi di Jalur Gaza masih merupakan bencana besar bagi warga sipil.

BACA JUGA  Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Maskapai Eropa Tangguhkan Penerbangan

“Tidak ada tempat yang aman di Gaza, namun warga sipil terus diperintahkan untuk mengungsi ke daerah yang semakin menyusut,” katanya.

Sepuluh bulan setelah konflik terjadi, DiCarlo memperingatkan akan meningkatnya ancaman regional dan mendesak semua pihak untuk melakukan deeskalasi.

“Jika kemunduran menuju bencana yang lebih besar ingin dihentikan, para pihak harus mengakhiri semua retorika dan tindakan yang meningkat,” katanya.

Ia mengatakan bahwa perdamaian abadi di Timur Tengah akan tetap sulit dicapai tanpa memperhatikan kebutuhan keamanan Israel dan aspirasi Palestina untuk menjadi negara.

“Pembunuhan, kehancuran dan penderitaan di Gaza harus diakhiri. Para sandera harus dipersatukan kembali dengan keluarga mereka,” tambahnya.

Trauma emosional dan psikologi

Kepala Divisi Pembiayaan Kemanusiaan dan Mobilisasi Sumber Daya Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Lisa Doughten mengatakan kepada Dewan bahwa serangan Israel terhadap sekolah yang menampung pengungsi di Gaza bukanlah sebuah insiden yang terisolasi.

BACA JUGA  Pernah Tolak Piala Dunia U-20, Wayan Koster Akhirnya Minta Maaf

“Memang benar, serangan seperti itu nampaknya semakin sering terjadi,” kata Doughten.

Dia menggarisbawahi trauma emosional dan psikologis yang sangat besar yang dialami anak-anak akibat perang ini. Doughten menambahkan kepada Dewan bahwa lebih dari setengah juta siswa di Gaza telah kehilangan satu tahun akademik penuh. (BBC/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Presiden Prabowo Ingin Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia

SEBAGAI negara yang sudah bersahabat sejak lama, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia. Dalam jamuan santap siang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia,…

Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Kemlu Lakukan Verifikasi

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI mengaku tengah memverifikasi informasi mengenai warga negara Indonesia (wni) yang direkrut jadi tentara Rusia. Saat ini Kemenlu terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. “Informasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

  • September 19, 2026
Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

  • September 18, 2026
Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 18, 2026
Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tiba di Tanah Air, Kapal induk Garibaldi Akan segera Diretrofit

  • September 18, 2026
Tiba di Tanah Air,  Kapal induk Garibaldi Akan segera Diretrofit