AS dan Iran masih Saling Serang, 20 Fasilitas Militer Paman Sam Rusak

PERDAMAIAN antara Amerika Serikat dan Iran sepertinya masih jauh panggang dari api. Terbukti kedua pihak masih saling serang manakala kesepakatan damai masih terus diupayakan.

Alotnya negosiasi damai itu terjadi lantaran kedua pihak kukuh dengan tawaran masing-masing. Bahkan di tengah proses negosiasi itu saling ancam, hingga baku serang kerap terjadi.

Perunding utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa AS tidak dapat dipercaya. Ghalibaf mengatakan Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Washington sampai hak-hak rakyat Iran sepenuhnya dijamin.

“Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan,” tegas Ghalibaf dalam sebuah video yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran.

Lebih lanjut Ketua parlemen Iran itu menambahkan bahwa para negosiator Iran tidak mempercayai kata-kata musuh maupun janji-janji mereka.

Nuklir dan aset

Puluhan rudal yang diduga milik Iran kembali dikeluarkan dari penyimpannya akibat perang dengan AS yang belum juga usai. (Dok/Ist)

Teheran menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan pelepasan aset-asetnya yang dibekukan, diperkirakan senilai US$12 miliar (Rp 214 triliun), sebelum terlibat dalam pembicaraan substantif tentang program nuklirnya.

Sementara itu, Trump mengatakan prioritasnya termasuk menghentikan Iran dari pengembangan senjata nuklir apa pun dan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang ditutup Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu.

Fasilitas militer AS

AMERIKA SERIKAT mengaku hampir mencapai kesepakatan sementara dengan Iran terkait isu nuklir. Hal itu diungkapkan Menlu AS, Marco Rubio.
Ilustrasi. Bendera Iran dan Amerika Serikat. (Dok.IG)

Sementara itu, sejumlah pengamat militer menyebut Iran telah merusak setiadknya 20 fasilitas militer Amerika Serikat sejak awal perang, pada akhir Februari lalu. Hal itu bisa dilihat dari citra satelit dan video yang diunggah media AS.

BACA JUGA  Demokrat Resmi Majukan Kamala Harris Jadi Capres AS

Mereka menyebut dampak serangan Iran tersebut lebih luas daripada yang diakui pemerintah AS ke publik. Faktanya sejak perang dimulai, Iran memang menargetkan fasilitas-fasilitas utama AS di delapan negara di Timur Tengah yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman.

Beberapa analis bahkan memperkirakan pangkalan militer yang terkena gempuran bisa mencapai 28 titik. Rangkaian serangan ini menyebabkan kerusakan senilai jutaan dolar pada sistem pertahanan udara canggih, pesawat pengisian bahan bakar, dan radar.

Sementara itu, pangkalan AS dan fasilitas militer bersama menjadi sasaran lain dari Iran pascaserangan AS-Israel di Iran dan Lebanon selama tiga bulan terakhir.

Tidak ada tempat aman

Kendati Pentagon, mengklaim telah menyerang lebih dari 13.000 target di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury. Dan Gedung Putih menyebut militer Iran hampir sepenuhnya dilumpuhkan.

Para analis justru menemukan kerusakan yang terlihat di fasilitas militer AS menunjukkan serangan balasan Iran lebih tepat dan luas daripada yang diakui pejabat Amerika.

Tidak mengherankan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengklaim Timur Tengah tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi pangkalan militer Amerika.

BACA JUGA  UGM Kritik Keputusan Pemerintah Tanda Tangani ART dengan AS

Perangkat penting

Menurut mantan kepala staf Angkatan Bersenjata Irlandia, Laksamana Madya Mark Mellett, sejumlah perangkat penting AS yang terdampak, antara lain tiga sistem peluncur rudal anti-balistik canggih di pangkalan udara Al Ruwais dan Al Sader di UEA serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Selain itu, serangan Iran juga menghantam secara signifikan pesawat pengisian bahan bakar dan pengintai milik AS di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.

Satu pesawat diidentifikasi oleh analis MAIAR sebagai pesawat pengintai E-3 Sentry. Media AS melaporkan bahwa biaya penggantiannya bisa mencapai US$700 juta.

Di tempat lain, serangan Iran juga menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Arifjan di Kuwait.

Perkiraan kerugian

Analis di MAIAR mengidentifikasi bunker penyimpanan bahan bakar, hanggar pesawat, dan akomodasi pasukan hancur setelah diserang beberapa kali selama konflik.

Di Camp Arifjan, perusahaan intelijen pertahanan Janes mengidentifikasi kerusakan luas pada perangkat komunikasi satelit.

Sejauh mana kerusakan pada fasilitas AS pada dasarnya masih sulit diukur. Namun, Pentagon dalam laporannya pada bulan Mei mengalokasikan total biaya Operasi Epic Fury sebesar US$29 miliar.

Dari besaran anggaran itu, sebagian besar kemungkinan dihabiskan untuk “biaya perbaikan atau penggantian peralatan” yang hancur dalam konflik.
Politisi Partai Demokrat berkata, angka tersebut merupakan perkiraan yang terlalu rendah.

BACA JUGA  Defend ID Targetkan TKDN Industri Pertahanan Capai 55% Tiga Tahun Kedepan

Dalam laporan tersebut, juga ditemukan setidaknya 42 pesawat—termasuk pesawat jet tempur F-15 dan F-35, 24 drone MQ-9 Reaper, dan sebuah pesawat serang A-10—telah hancur atau rusak sejak Februari.

Perubahan taktik

Sejumlah pengamat juga menyebut bahwa taktik Iran telah berkembang selama perang. Mereka kinia tak lagi mengandalkan rentetan rudal besar-besaran yang menargetkan kota dan pangkalan di seluruh wilayah, tapi mengandalkan serangan yang lebih tepat dan terarah.

“Awalnya Iran menyerang dengan mengandalkan gelombang massal yang bertujuan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara dan rudal melalui jumlah yang sangat besar,” kata Dr Kelly Grieco, analis dari lembaga pemikir Stimson Center yang berbasis di AS.

“Namun, dalam beberapa hari, Iran beralih ke rentetan yang lebih kecil dan lebih tepat sasaran. Mereka menghemat rudal dan drone yang tersisa untuk target bernilai tinggi serta memusatkan serangan di lokasi-lokasi yang bahkan serangan nyaris meleset pun bisa menimbulkan kerusakan parah,” ujarnya. (*/N-01)

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Arema Pesta Gol, Bali United Redam Super Elja di Gianyar

KOMPETISI kasta tertinggi di Tanah Air, Super League musim 2026-2027 resmi dibuka. Sebanyak dua pertandingan digelar di tempat yang berbeda. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali United…

Lolos ke Perempat Final, Bintang/Sofyan Ditunggu Pasangan Australia

PASANGAN voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman memastikan lolos ke perempat final AVC Beach Continental 2026. Kesuksesan itu didapat Bintang/Sofyan setelah mengalahkan Sam O’Dea/Ben O’Dea dari Selandia Baru 2-0…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menteri PPN Deklarasikan Hilirisasi Minyak Sawit Baru

  • September 5, 2026
Menteri PPN Deklarasikan Hilirisasi Minyak Sawit Baru

Coucou Optimistis Capai Target di IIPE 2026

  • September 5, 2026
Coucou Optimistis Capai Target di IIPE 2026

Siapkan Tenaga Kerja di Sektor Hilirisasi, Undip–IWIP Buka Akses Magang

  • September 5, 2026
Siapkan Tenaga Kerja di Sektor Hilirisasi, Undip–IWIP Buka Akses Magang

Dit Resnarkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu dengan Modus Alamat Web

  • September 5, 2026
Dit Resnarkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu dengan Modus Alamat Web

Polda Jateng Kerahkan Helikopter untuk Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo

  • September 5, 2026
Polda Jateng Kerahkan Helikopter untuk  Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo

Festival Kota Lama Diperpanjang, Bidik 15.000 Tamu MTQ

  • September 5, 2026
Festival Kota Lama Diperpanjang, Bidik 15.000 Tamu MTQ