Festival Sakura di Dekat Gunung Fuji Dibatalkan

PEMERINTAH Jepang membatalkan festival bunga sakura terkenal yang digelar di dekat Gunung Fuji dengan alasan kekhawatiran atas lonjakan jumlah wisatawan dan perilaku buruk pengunjung.

Festival tahunan yang telah berlangsung sekitar satu dekade di Taman Arakurayama Sengen itu biasanya menarik hingga 200 ribu pengunjung setiap tahun. Acara tersebut dikenal dengan panorama Gunung Fuji yang ikonik, panggung pertunjukan, serta deretan stan kuliner khas daerah.

Tahun ini, jumlah wisatawan diperkirakan meningkat tajam seiring melemahnya nilai tukar yen yang membuat Jepang menjadi destinasi lebih terjangkau bagi turis mancanegara.

Keputusan pembatalan ini menyusul berbagai regulasi yang sebelumnya telah diterapkan otoritas setempat di kawasan Gunung Fuji untuk mengendalikan kepadatan pengunjung.

BACA JUGA  Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

Saat musim sakura mekar, wisatawan memadati dek observasi Taman Arakurayama Sengen untuk menikmati pemandangan Gunung Fuji yang dibingkai bunga sakura, dengan Pagoda Chureito berlantai lima sebagai latar depan.

Namun, pemerintah daerah menyebut masalah kemacetan, gangguan terhadap warga, serta penumpukan sampah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dilaporkan pula terjadi sejumlah pelanggaran, seperti masuk ke rumah warga tanpa izin untuk menggunakan toilet, hingga buang air besar di kebun pribadi.

Di jalan-jalan sekitar taman, kerumunan wisatawan bahkan disebut mendorong anak-anak sekolah hingga terpaksa turun dari trotoar, memicu kekhawatiran orang tua terkait keselamatan.

Dilansir dari euronews.com, lonjakan kunjungan ini dipicu kombinasi pelemahan yen dan viralnya lokasi tersebut di media sosial sebagai spot foto favorit wisatawan.

BACA JUGA  Perusahaan Jepang Menganut Kultur Long Life Employment

“Bagi Kota Fujiyoshida, Gunung Fuji bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari cara hidup kami,” ujar Wali Kota Shigeru Horiuchi kepada media lokal.

“Namun saya merasakan krisis yang serius karena di balik keindahan pemandangan itu, kehidupan tenang dan martabat warga kami justru terancam,” tambahnya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

PEMERINTAH Venezuela mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat di negara tersebut terus bertambah. Mereka mencatat saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam musibah itu mencapai 1.430 orang, sedangkan…

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

  • June 30, 2026
Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

Kapolda DIY Minta para Personel Tingkatkan Profesionalitas

  • June 30, 2026
Kapolda DIY Minta para Personel Tingkatkan Profesionalitas

Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

  • June 29, 2026
Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

  • June 29, 2026
Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi