Maladewa Jadi Negara Pertama di Dunia Capai Triple Eliminasi

WHO menyoroti capaian besar dilakukan oleh Maladewa menjadi negara pertama di dunia yang tervalidasi berhasil mencapai Eliminasi Tiga Penyakit (EMTCT), yakni pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak tahun ini.

Untuk mempercepat pengendalian HIV dan penyakit terkait, WHO menyerukan negara-negara di kawasan agar memprioritaskan enam langkah strategis:

  1. Mempercepat pencapaian target 95-95-95
    Memperluas tes berbasis komunitas dan tes mandiri, memulai ART di hari yang sama, serta menyediakan obat beberapa bulan bagi pasien stabil. Penguatan tes viral load dan retensi pengobatan berbasis teknologi digital juga menjadi kunci.
  2. Integrasi layanan EMTCT dan kesehatan reproduksi
    Menjamin skrining rangkap tiga (HIV, sifilis, hepatitis B & C) di layanan antenatal, pemberian ART bagi ibu dan bayi, imunisasi hepatitis B dosis lahir tepat waktu, serta pemantauan bayi terpajan.
  3. Memperluas akses setara terhadap alat pencegahan baru
    Termasuk mendorong akses obat pencegahan inovatif seperti lenacapavir ke dalam daftar obat esensial nasional, dengan prioritas bagi perempuan muda dan kelompok kunci.
  4. Investasi pada penguatan sistem data, termasuk teknologi berbasis AI
    Membangun platform data nasional terintegrasi yang mendukung surveilans lebih baik dan penggunaan AI yang bertanggung jawab.
  5. Menjamin pembiayaan dan ketahanan sistem kesehatan
    Menguatkan pendanaan dalam negeri, menata ulang dukungan donor, dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bahkan dalam situasi krisis.
  6. Pemberdayaan komunitas dan pemenuhan hak
    Menghapus stigma, diskriminasi, dan aturan yang menghambat akses layanan kesehatan, serta melibatkan komunitas sebagai mitra sejajar dalam perencanaan hingga evaluasi program.
BACA JUGA  Fasilitas WHO di Gaza Diserang, Satu Pegawai Ditahan

WHO menegaskan komitmennya untuk terus membantu negara-negara anggota dalam menutup kesenjangan layanan, memperluas inovasi, dan memperkuat sistem kesehatan.

Memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, WHO mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi, mengatasi disrupsi, dan memastikan tak seorang pun, khususnya kelompok paling rentan tertinggal dalam upaya mengakhiri epidemi AIDS. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Desi Safitri Raih IPK 3,95, Jadi Lulusan Terbaik S1 UNY

MAHASISWI  Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA, Desi Safitri, meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,95. Capaian tersebut mengantarkannya sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi jenjang Sarjana di Universitas Negeri…

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

KAI Logistik terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menjadi alternatif distribusi B3 yang terstandar dan dikelola ketat sesuai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Desi Safitri Raih IPK 3,95, Jadi Lulusan Terbaik S1 UNY

  • February 13, 2026
Desi Safitri Raih IPK 3,95, Jadi Lulusan Terbaik S1 UNY

Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

  • February 12, 2026
Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

  • February 12, 2026
Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

  • February 12, 2026
Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

  • February 12, 2026
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset

  • February 12, 2026
UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset