WHO: Beban HIV di Asia Tenggara Tinggi, Serukan Aksi Strategis

PEJABAT Pelaksana Tugas WHO Regional Asia Tenggara, Dr. Catharina Boehme, menegaskan bahwa beban HIV di kawasan masih sangat signifikan. Sepanjang tahun lalu, terdapat 88.000 infeksi baru, sementara sekitar 50.000 orang meninggal akibat penyebab terkait HIV. Secara keseluruhan, 3,5 juta orang di Asia Tenggara hidup dengan HIV saat ini.

Tantangan tersebut semakin berat dengan tingginya kasus penyakit lain yang berkaitan, termasuk 42 juta orang dengan hepatitis B, 7 juta dengan hepatitis C, serta 60 juta kasus infeksi menular seksual (IMS).

Beban HIV bagi Kelompok Rentan

WHO mencatat prevalensi HIV lebih tinggi pada kelompok kunci seperti lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), pengguna narkoba suntik, transgender, serta pekerja seks dan pasangannya. Selain itu, anak muda usia 15–24 tahun menyumbang hampir seperempat infeksi baru di kawasan Asia-Pasifik.

BACA JUGA  WHO Nyatakan Fiji Bebas Trachoma, Penyakit Kebutaan

Memperingati Hari AIDS Sedunia 2025 mengusung tema “Overcoming disruption, transforming the AIDS response” atau Mengatasi Disrupsi, Mengubah Respons terhadap AIDS.

Belum Capai Target Global

WHO mencatat capaian penting beberapa tahun terakhir. Akses terhadap terapi antiretroviral (ART) berhasil menurunkan angka kematian akibat HIV sebesar 62% pada 2015–2024, serta menurunkan infeksi baru sebesar 32%.

Saat ini 85% orang dengan HIV mengetahui statusnya, dan 74% atau sekitar 2,7 juta di antaranya telah menerima pengobatan. Sementara itu 72% telah mencapai supresi virus. Meski membaik, angka tersebut masih di bawah target global 95-95-95 untuk mengakhiri AIDS pada 2030.

Dari 26.000 ibu hamil dengan HIV, sebanyak 88% telah menerima ART untuk mencegah penularan ke bayi. Namun cakupan nasional masih bervariasi, dari 71% hingga lebih dari 98%. Pada anak, 93% dari 69.000 anak dengan HIV telah mendapat pengobatan, tetapi kesenjangan antarnegara masih terlihat (67%-98%). (*/S-01)

BACA JUGA  WHO: Krisis Iklim Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Manusia

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

KEBERADAAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau yang kini dikenal sebagai Tempat Pemrosesan Akhir masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Banyak TPA yang belum dilengkapi instalasi pengolahan lindi secara…

Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

AKTRIS Hollywood Angelina Jolie secara terbuka memperlihatkan bekas luka operasi mastektomi gandanya dalam sebuah wawancara terbaru. Peraih Oscar berusia 50 tahun itu mengungkapkan alasannya kepada TIME France mengapa kini memilih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

  • December 16, 2025
Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

  • December 16, 2025
Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

Kejari dan Pemkab Sidoarjo Terapkan Pidana Kerja Sosial

  • December 16, 2025
Kejari dan Pemkab Sidoarjo Terapkan Pidana Kerja Sosial

The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

  • December 16, 2025
The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

OJK Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional

  • December 16, 2025
OJK Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional

AHY: Pemulihan Infrastruktur Sumatra Butuh Rp51 Triliun

  • December 16, 2025
AHY: Pemulihan Infrastruktur Sumatra Butuh Rp51 Triliun