KTT G20 Afrika Bahas Iklim, Utang, dan Kesenjangan Global

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G20 pertama yang digelar di Afrika resmi dibuka pada Sabtu (22/11) dengan agenda ambisius untuk mendorong solusi atas berbagai persoalan jangka panjang yang dihadapi negara-negara termiskin di dunia.

Para pemimpin dan pejabat tinggi dari negara-negara kaya serta ekonomi berkembang utama berkumpul di sebuah pusat konvensi dekat kawasan Soweto, Afrika Selatan, wilayah bersejarah yang pernah menjadi rumah Nelson Mandela untuk mencari titik temu atas sejumlah prioritas yang ditetapkan tuan rumah.

Salah satu fokus utama Afrika Selatan adalah isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap negara berkembang. Namun, prioritas tersebut menghadapi penolakan dari Amerika Serikat, yang memutuskan memboikot pertemuan tersebut.

Sebagai pemegang presidensi G20, Afrika Selatan mendorong kesepakatan agar negara-negara maju memperkuat dukungan bagi negara miskin dalam pemulihan pascabencana iklim, pengurangan beban utang luar negeri, percepatan transisi energi hijau, dan pemanfaatan sumber daya mineral strategis untuk mengatasi ketimpangan global yang semakin melebar.

BACA JUGA  Wapres Umumkan Bebas Visa untuk Afrika Selatan

“Kita lihat saja,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres ketika ditanya apakah G20 akan memprioritaskan kepentingan negara berkembang. “Namun Afrika Selatan telah melakukan bagiannya dengan menempatkan isu-isu tersebut dengan jelas di meja perundingan.”

KTT dua hari ini berlangsung tanpa kehadiran negara dengan ekonomi terbesar dunia. Presiden AS Donald Trump memerintahkan boikot setelah menuduh Afrika Selatan menerapkan kebijakan rasis anti-kulit putih dan menindas minoritas Afrikaans.

KTT G20 Afrika dan penolakan AS

Pemerintahan Trump juga secara terbuka menolak agenda G20 Afrika Selatan sejak awal tahun. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan absen dalam pertemuan Menlu G20 pada Februari, menyebut agenda tersebut terlalu berfokus pada keberagaman, kesetaraan, inklusi, dan isu iklim.

BACA JUGA  Sukses Singkirkan Afrika Selatan, Kanada Makin Pede Hadapi Lawan di 16 Besar

Perselisihan diplomatik antara AS dan Afrika Selatan yang berlangsung berbulan-bulan semakin memanas menjelang KTT utama akhir pekan ini. Meski boikot AS mendominasi pembahasan awal di Johannesburg, sejumlah pemimpin negara lainnya memilih untuk tetap melangkah maju.

“Saya menyesalkan absennya (AS),” ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron. “Namun hal itu tidak boleh menghambat kita. Tugas kita hadir, berdialog, dan bekerja bersama karena tantangan yang kita hadapi sangat banyak.”

G20 sendiri beranggotakan 21 entitas, yakni 19 negara, Uni Eropa, dan Uni Afrika. Blok ini dibentuk pada 1999 sebagai jembatan antara negara kaya dan negara berkembang untuk menangani krisis keuangan global. Meski kerap berada di bawah bayang-bayang G7, anggota G20 mewakili sekitar 85% ekonomi dunia, 75% perdagangan internasional, dan lebih dari separuh populasi global.

BACA JUGA  Tiga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko

Namun, G20 bekerja berdasarkan konsensus, tanpa resolusi yang mengikat. Hal ini kerap menyulitkan proses pengambilan keputusan, mengingat beragamnya kepentingan negara anggota seperti AS, Tiongkok, Rusia, India, Jepang, negara-negara Eropa Barat, hingga Indonesia, Arab Saudi, dan Afrika Selatan.

Guterres mengingatkan bahwa negara-negara kaya kerap gagal membuat kompromi penting yang dibutuhkan untuk menghasilkan kesepakatan iklim atau reformasi keuangan global yang efektif. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

Penyanyi Indonesia, Nowela Elisabeth dan Suara 5 tampil dalam special performance pada pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR

Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37, Coach RD Apresiasi Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

  • September 30, 2026
Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37,  Coach RD Apresiasi  Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

  • September 29, 2026
Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

  • September 29, 2026
BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa