Trump Ancam Tarif Tambahan 10% untuk Negara Dukung BRICS

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara-negara yang dinilainya mendukung kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS, yang tengah menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Brasil, Minggu (6/7).

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut: “Setiap negara yang berpihak pada kebijakan anti-Amerika dari BRICS akan dikenai tarif tambahan 10%. Tidak ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatiannya!”

Trump tidak merinci secara spesifik apa yang dimaksud dengan “kebijakan anti-Amerika” dalam pernyataannya tersebut.

BRICS yang didirikan oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan menggelar pertemuan puncak di Rio de Janeiro. Dalam pernyataan bersama pada hari pembukaan, mereka mengkritik kebijakan tarif yang dinilai membahayakan perdagangan global, sebuah sindiran terselubung terhadap kebijakan perdagangan proteksionis yang diusung Trump.

BACA JUGA  Trump: Tidak Ada penumpang Selamat Kecelakaan Pesawat

BRICS kini tengah memperluas keanggotaannya dengan menambahkan Mesir, Ethiopia, Iran, Indonesia, dan Uni Emirat Arab. Sementara Arab Saudi belum secara resmi bergabung, sekitar 30 negara lainnya disebut tertarik untuk bergabung sebagai anggota penuh atau mitra.

Pemerintahan Trump saat ini sedang mengupayakan finalisasi puluhan perjanjian dagang sebelum tenggat 9 Juli 2025, ketika tarif balasan skala besar dijadwalkan mulai diberlakukan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, hadir dalam KTT BRICS di Brasil dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat pada Senin (7/7) untuk melakukan pembicaraan terkait tarif.

Kementerian Luar Negeri India belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai ancaman tarif dari Trump. (*/S-01)

BACA JUGA  Trump Umumkan Kesepakatan Awal Gencatan Senjata di Gaza

Siswantini Suryandari

Related Posts

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

JUMLAH korban meninggal dunia akibat gempa Venezuela terus bertambah. Dalam laporan terbaru disebutkan bahwa korban kini tercatat mencapai  589 orang, sementara 2.980 lainnya terluka “Saat ini tercatat 589 orang meninggal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

  • June 27, 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa