Pemilihan Presiden Korea Selatan Perebutan Suara Terakhir

PEMILIHAN Presiden Korea Selatan, dua kandidat utama Lee Jae-myung dari Partai Demokrat (DP) dan Kim Moon-soo dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP), melakukan kampanye terakhir, Senin (2/6) di Seoul. Kampanye terakhir memperebutkan suara pemilih mengambang menjelang pemungutan suara digelar Selasa (3/6).

Laporan Yonhap, Lee Jae-myung, yang unggul dalam berbagai survei, memulai hari terakhir kampanyenya di distrik Gangbuk, Seoul Utara.

Kemudian melanjutkan perjalanan ke kota-kota sekitar seperti Hanam, Seongnam, dan Gwangmyeong.

“Suara Anda bisa mengubah sejarah dan melindungi demokrasi kita,” ujar Lee dalam konferensi pers di Seongnam, kota yang disebut sebagai kampung halaman politiknya.

Ia menjabat wali kota Seongnam selama dua periode dari 2010 hingga 2018.

BACA JUGA  Pemilihan Presiden Korea Selatan Dijadwalkan 3 Juni

Sementara itu, Kim Moon-soo dari PPP memulai kampanye hariannya dengan mengunjungi Taman Perdamaian di Pulau Jeju, sebagai bentuk penghormatan kepada korban tragedi pemberontakan 3 April Jeju.

Ia kemudian melanjutkan kampanye ke Busan, Daegu, dan Daejeon untuk menggalang dukungan di detik-detik terakhir.

Kim dijadwalkan mengakhiri kampanyenya dengan rapat umum di depan Balai Kota Seoul, lokasi yang dipilih karena simbolisme historisnya sebagai tempat rakyat biasa menyuarakan aspirasi.

Setelah itu, ia akan menyapa pemilih muda di kawasan Hongdae dan Gangnam hingga tengah malam dalam upaya menarik suara generasi muda.

Di sisi lain, Lee Jun-seok dari Partai Reformasi Baru menggelar dialog bersama mahasiswa di Siheung, Provinsi Gyeonggi.

BACA JUGA  Yoon Suk Yeol Resmi Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel

Sedangkan Kwon Young-kook dari Partai Buruh Demokratik berkampanye di berbagai wilayah Seoul dengan fokus isu ketenagakerjaan, hak penyandang disabilitas, dan kesetaraan gender.

Survei terbaru menunjukkan Lee Jae-myung unggul dengan dukungan 49,2 persen, diikuti Kim Moon-soo 36,8 persen, dan Lee Jun-seok di posisi ketiga dengan 10,3 persen.

Pemilihan Presiden Korea Selatan  ini menjadi sorotan setelah Presiden Yoon Suk Yeol diberhentikan dari jabatannya menyusul deklarasi darurat militer yang kontroversial pada Desember lalu.

Rakyat Korea Selatan kini bersiap memilih pemimpin baru yang akan membawa arah perubahan bagi negara mereka. (*/S-01)

BACA JUGA  Hujan Lebat Landa Korean Selatan, 2.500 Orang Mengungsi

Siswantini Suryandari

Related Posts

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

KELOMPOK milisi Yaman, Houthi, meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu. Serangan itu menandai keterlibatan Houthi dalam perang di Timur Tengah. Juru bicara Houthi menyatakan bahwa kelompok tersebut telah…

Serangan ke Iran Diduga Cara Trump Alihkan Isu Epstein Files

PENYERANGAN Amerika Serikat ke Iran disebut-sebut sebagai upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengalihkan isu asusila yang melibatkan dirinya. Pasalnya, skandal yang ada dalam Epstein Files itu mengungkap sejumlah nama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran