Pembajakan Kereta Jaffar Express Pakistan Didalangi India

PEMBAJAKAN kereta Jaffar Express yang dilakukan oleh teroris dikendalikan dari Afghanistan, dan India adalah dalang di baliknya.

Hal itu ditegaskan oleh  Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, direktur jenderal sayap media militer Inter-Services Public Relations (ISPR), dalam sebuah konferensi pers di Islamabad, Jumat (14/3).

“Kita harus memahami bahwa dalam insiden teroris di Balochistan ini, dan juga yang sebelumnya, sponsor utama adalah negara tetangga di timur (India),” kata Ahmed Sharif Chaudhry.

Chaudhry juga merujuk pada liputan media yang dilakukan oleh saluran utama India, yang mengandalkan video yang dibagikan oleh Tentara Pembebasan Balochistan (BLA).

Kelompok separatis yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan menuduh mereka menggunakan gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau insiden lama.

BACA JUGA  PM Pakistan Shehbaz Sharif Siap Balas Serangan India

Dalam pengarahan berlangsung lebih dari satu jam, Chaudhry bersama  Ketua Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, memberikan beberapa rincian tentang operasi militer bernama Operasi Green Bolan.

Berujung pada pembebasan ratusan penumpang dari kereta setelah kebuntuan selama 36 jam yang dimulai pada 11 Maret.

Pembajakan kereta Jaffar Express didalangi India

Menurut Chaudhry, sebanyak 354 penumpang berhasil diselamatkan, sementara 26 penumpang dan petugas keamanan tewas. Selain itu 33 pejuang dari BLA juga terbunuh.

Sementara militer sebelumnya menyatakan bahwa 21 warga sipil atau personel keamanan tewas, Chaudhry menyatakan bahwa setelah area tersebut dibersihkan oleh petugas keamanan. Banyak korban luka ditemukan beberapa di antaranya kemudian meninggal dunia.

Dari 26 korban tewas, 18 di antaranya berasal dari angkatan darat atau pasukan paramiliter, tiga orang merupakan staf kereta api, dan lima orang adalah penumpang sipil.

BACA JUGA  Tragedi Air India: Data Kotak Hitam Terungkap

Chaudhry mengatakan bahwa empat jam setelah kereta berangkat dari Quetta, para penyerang dari BLA mencegat kereta tersebut 32 km (20 mil) dari kota Sibbi.

Tepat sebelum memasuki terowongan di wilayah Bolan Pass, yang dikenal dengan lanskap pegunungannya yang terjal. Teroris BLA mencegat kereta dengan menggunakan alat peledak rakitan.

“Sebelum itu, mereka memulai serangan dalam jumlah besar dan menghadapi pos pemeriksaan paramiliter, menewaskan tiga tentara di sana,” jelas Chaundhry.

“Setelah kereta dihentikan, mereka membiarkan wanita dan anak-anak tetap di dalam, sementara para pria dibawa keluar sebagai sandera. Begitu insiden terjadi, kami segera mengaktifkan tim tanggap darurat dan mulai memantau situasi sambil menjaga jarak yang aman,” terangnya.

BACA JUGA  Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

Jenderal tersebut mengatakan bahwa BLA membagi penumpang berdasarkan etnis. Mereka membagi orang ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan etnis.

Sementara sejumlah besar pejuang BLA bergerak ke tempat persembunyian mereka di pegunungan, sekelompok kecil tetap tinggal bersama para sandera.

“Banyak dari pejuang yang tetap berada di lokasi adalah “pembom bunuh diri,” tambahnya.

Chaudhry menyatakan bahwa pemantauan intelijen mengungkapkan bahwa para penculik menggunakan walkie-talkie untuk diduga berkomunikasi dengan “pengendali mereka di Afghanistan.” (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

Penyanyi Indonesia, Nowela Elisabeth dan Suara 5 tampil dalam special performance pada pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR

Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37, Coach RD Apresiasi Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

  • September 30, 2026
Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37,  Coach RD Apresiasi  Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

  • September 29, 2026
Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

  • September 29, 2026
BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa