Menteri Perindustrian: Industri Pengolahan Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi nasional dan terus menunjukkan kinerja yang positif.

“Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten. Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia,” ujar Menperin.

Hal itu disampaikan di hadapan jajaran Politeknik ATK Yogyakarta dalam studium generale, Kamis yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI Tahun 2026.

Menteri Perindustrian juga melepas sebanyak 2.369 lulusan dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian. Kesembilan sekolah tersebut memiliki spesialisasi yang beragam, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri hingga mekatronika yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan sektor manufaktur di setiap wilayah.

Perkuat industrilisasi dan hilirisasi

Menperin menambahkan bahwa arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri.

BACA JUGA  Mahasiswa Tata Rias UNY Gelar Acara Rias Fantasi Astaversa

Oleh karena itu, keberadaan sumber daya manusia industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.

“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi.”

Selain kompetensi teknis, Menperin juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja.

Investasi strategis

Menurutnya, keunggulan kompetensi harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan tanggung jawab agar mampu menjaga mutu produk Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Lebih lanjut Menteri Perindustrian mengemukakan pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional.

Menurutnya, sektor industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan I Tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional.

BACA JUGA  Agus Gumiwang Kartasasmita Resmi Jadi Plt Ketum Golkar

“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi.”

Integritas dan profesionalitas

Selain kompetensi teknis, Menperin juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja.

Menurutnya, keunggulan kompetensi harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan tanggung jawab agar mampu menjaga mutu produk Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Sementara itu, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menyampaikan bahwa hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau 63,70 persen dari total lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri.

BACA JUGA  Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Dua Mahasiswa UNY Raih Beasiswa

Beri pendampingan

BPSDMI juga akan terus memberikan pendampingan bagi lulusan yang masih dalam proses pencarian kerja melalui asistensi penempatan kerja maupun penguatan kompetensi.

Partisipasi Politeknik ATK Yogyakarta dalam Studium Generale Menteri Perindustrian menjadi wujud komitmen perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian dalam mendukung pembangunan SDM industri yang unggul.

Melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, pembelajaran berbasis praktik, teaching factory, serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, Politeknik ATK Yogyakarta terus berupaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan industri nasional. (AGT/M-01)

Related Posts

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

MANTAN Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim didakwa menerima uang senilai Rp1,2 miliar terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) periode 2021-2026. Jaksa…

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

PT INDOSAT Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison, Indosat, IOH) sukses mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit peningkatan profitabilitas. sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Selain itu, mereka juga berhasil mengakselerasi transformasi menjadi AI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue