Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan Lepas Ekspor Gula Aren Organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia

  • Ekonomi
  • February 19, 2026
  • 0 Comments

Astra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi desa melalui pelepasan ekspor komoditas gula aren organik dari Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ke Malaysia, Belanda, dan Australia pada Kamis (12/2). Total ekspor mencapai lebih dari 11 ton dengan nilai ratusan juta rupiah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan yang dijalankan bersama Temon Agro Lestari sejak 2025, melibatkan 400 masyarakat dari lima desa, yaitu Desa Temon, Karanggede, Karangrejo, Gondang, dan Ngreco, dalam
pengembangan ekonomi berbasis komoditas aren melalui penguatan kapasitas produksi,
standar mutu, serta perluasan akses pasar.

Adapun produk yang dikembangkan berupa gula aren
organik dalam bentuk gula cetak, gula semut, gula cair, dan mini cube.

Melalui pendampingan berkelanjutan, dari pelatihan dan pendampingan, penguatan kelembagaan, bantuan sertifikasi mutu produk berikut sarana prasarana produksi, serta pemasaran produk melalui pameran dan business matching. Program ini mencatat peningkatan pendapatan petani hingga 50–70 persen dengan 100 persen produk terserap pasar baik lokal maupun global.

BACA JUGA  Stabilitas Keuangan Nasional Dinilai Stabil

Dalam siaran pers yang dikirim pihak Astra via email disebutkan pelepasan ekspor dilakukan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dan didampingi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Tabrani, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Afrizal Haris, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Bayu Wicaksono Putro, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pristiyanto, serta Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti.

BACA JUGA  Peluang Ekspor Ternak Unggas Indonesia Terbuka Lebar

Turut hadir perwakilan fasilitator Program Desa Sejahtera Astra Pacitan, local champion, dan petani penderes setempat.

“Kami mengapresiasi komitmen Astra yang konsisten mendampingi desa hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menembus pasar ekspor. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi mendorong kemandirian ekonomi desa dan kemajuan negeri yang kita cintai,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto.

“Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Sejahtera Astra ke pasar global dengan memberikan pendampingan yang konsisten, mendukung kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kualitas produk yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagimasyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

BACA JUGA  Meski masih Surplus, Nilai Ekspor DIY di Desember 2025 Turun

Dalam rangka memperkuat daya saing produk, pembinaan dilakukan melalui pelatihan pra-
SNI organik, pendampingan penerapan Internal Control System (ICS) Organik, pelaksanaan audit Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta revitalisasi dapur bersih petani guna memastikan pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan sesuai kebutuhan pasar ekspor.(*)

Adiyanto

Related Posts

Jadi Responden Sensus, Sri Sultan Jawab Pertanyaan dengan Terbuka

SRI SULTAN Hamengku Buwono X, menjadi responden Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Selasa (23/6). Dalam proses pendataan, Sri Sultan…

Said Iqbal Pastikan tidak Ada PHK 4.000 Pekerja di PT Fengtay

PENASEHAT Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal meluruskan informasi yang menyebut sebanyak 4.000 pekerja PT Fentay Indonesia Enterprises di Kabupaten Bandung dirumahkan dan terancam pemutusan hubungan kerja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Peringati Wafatnya Guterres, Timor Leste Tetapkan Hari Berkabung

  • June 24, 2026
Peringati Wafatnya Guterres, Timor Leste Tetapkan Hari Berkabung

Timnas Voli Putri U-18 Indonesia Taklukkan Australia di Laga Pertama

  • June 24, 2026
Timnas Voli Putri U-18 Indonesia Taklukkan Australia di Laga Pertama

Bekuk Thailand, Indonesia Jaga Peluang ke Semifinal

  • June 24, 2026
Bekuk Thailand, Indonesia Jaga Peluang ke Semifinal

Dua Tim PLPranata Fapet UGM Sabet Program Hibah Peningkatan Kompetensi

  • June 23, 2026
Dua Tim PLPranata Fapet UGM Sabet Program Hibah Peningkatan Kompetensi

Curi Pipa Besi, Tujuh Karyawan Toko Bahan Bangunan Ditangkap

  • June 23, 2026
Curi Pipa Besi, Tujuh Karyawan Toko Bahan Bangunan Ditangkap

Jadi Responden Sensus, Sri Sultan Jawab Pertanyaan dengan Terbuka

  • June 23, 2026
Jadi Responden Sensus,  Sri Sultan Jawab Pertanyaan dengan Terbuka