
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat volume penjaminan sebesar Rp35,8 triliun di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2025.
Dari total tersebut, sebanyak 577.454 pelaku usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K) telah memperoleh penjaminan. Capaian itu turut berkontribusi terhadap penyerapan sekitar 2,3 juta tenaga kerja.
Pemimpin Wilayah Semarang Jamkrindo, Sugiyono, mengatakan angka tersebut menegaskan peran Jamkrindo sebagai mitra strategis UMKM dalam memperluas akses pembiayaan.
“Melalui penjaminan, UMKM-K lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan sehingga dapat meningkatkan skala usaha dan menyerap tenaga kerja,” ujarnya, Kamis (12/2).
Penerima manfaat penjaminan
Selain menyalurkan penjaminan untuk program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jamkrindo juga menyediakan berbagai produk non-program, di antaranya penjaminan kredit umum, kredit mikro, surety bond, hingga kontra bank garansi.
Salah satu penerima manfaat adalah Narista Hastarini, pelaku UMKM kuliner asal Semarang yang mengembangkan GBOB Snack and Catering. Usaha yang dirintis dari rumah saat pandemi itu mendapat dukungan modal Rp20 juta melalui Program Pinjaman Kemitraan Jamkrindo, disertai pendampingan manajemen usaha.
Pada 2025, usahanya berkembang dan memperoleh fasilitas KUR dari BRI yang dijamin Jamkrindo.
Di sektor konstruksi, Jamkrindo juga mendukung pelaku usaha mengikuti tender proyek pemerintah melalui produk surety bond dan kontra bank garansi. Direktur PT Valentara Sarana Raya, Triyanto Dwi Hastanto, menyebut layanan tersebut membantu meningkatkan kredibilitas perusahaan dalam mengerjakan proyek infrastruktur.
Sebagai bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan bagi UMKM dan pelaku usaha di daerah. (Htm/S-01)







