Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

PEMERINTAH Kota Bandung siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait rencana kerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan untuk ASN.

Kebijakan itu direncanakan pemerintah guna menghemat bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak konflik di Timur Tengah (Timteng) yang menggangu pasokan minyak dunia, termasuk Indonesia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk penerapan kebijakan tersebut. Selama juklak dan juknisnya belum ada, ASN Pemkot Bandung tetap kerja seperti biasa.

“Pemkot menunggu saja, saya enggak akan sok tahu, jadi menunggu saja. Pada prinsipnya gini, kalau juklak dan juknisnya belum keluar, maka (ASN Pemkot Bandung, Red) bekerja seperti biasa,” ucapnya.

WFA untuk urai kemacetan

Menurut Farhan, saat ini sebagian ASN Pemkot Bandung ada yang melaksanakan work from anywhere (WFA) untuk mengurai arus balik mudik pada masa libur Lebaran. Namun, ASN yang bekerja seperti biasa pun sudah banyak.

BACA JUGA  ASN Jawa Tengah Harus Jaga Netralitas Pilkada 2024

“Sekarang kan statusnya sudah clear. Berdasarkan instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), maka ada work from anywhere. Tapi kayak saya ya ngantor saja, dari hari Rabu ngantor saja. Namum, Senin nanti masih berlaku full seperti biasa, belum ada WFH-WFH,” jelasnya.

Sebelumnya, Farhan menyebut bahwa Pemkot Bandung belum memutuskan akan menerapkan WFH untuk ASN setiap hari apa. Farhan bakal melihat situasinya dulu sebelum mengeluarkan keputusan, termasuk dapam memutuskan kebijakan bagi anak sekolah.

“Pemerintah provinsi menyarankan WFA setiap Kamis, sementara pemerintah pusat menyarankan Jumat. Kami masih melihat situasi, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah perlu menerapkan PJJ (pembelajaran jarak jauh),” terangnya.

Penghematan BBM

Farhan menambahkan, kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap penghematan BBM dan energi. Krisis energi sangat bergantung pada pemerintah pusat. Hingga saat ini, Pertamina menjamin pasokan BBM masih aman dan belum ada tanda kenaikan harga BBM subsidi.

BACA JUGA  Walikota Semarang Lepas 80 ASN ke PORNAS XVII KORPRI 2025

Di sisi lain, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menuturkan, wacana WFH tersebut sejauh ini baru disampaikan secara verbal oleh pemerintah pusat. “Kita masih menunggu juknis dari pusat, karena ini baru disampaikan secara lisan,” tuturnya.

Meski begitu, Iskandar memastikan Pemkot Bandung telah menyiapkan skema kerja agar tetap selaras dengan kebutuhan pelayanan publik, apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan. “Kita sudah persiapkan, tinggal nanti kita sesuaikan dengan aturan dari pusat,” terangnya.

Iskandar menegaskan, penerapan WFH harus tetap memperhatikan kualitas pelayanan publik, yang tidak boleh terganggu oleh kebijakan tersebut. Pada prinsipnya, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal.

Evaluasi

Itu yang menjadi prioritas. Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hari pelaksanaan WFH apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pusat.

BACA JUGA  Wabup Pati Jadi Plt Bupati, Taj Yasin Minta Pelayanan Publik Berjalan

“Kita lihat nanti apakah Jumat, Senin, atau Selasa, kita akan evaluasi sesuai kebutuhan,” katanya.

“Terlepas dari hal itu, kami menyambut baik bila skema WFH dari pemerintah pusat diterapkan pada hari Jumat, karena berpotensi dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Bandung. Kalau hari Jumat WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif,” sambungnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Haris Martapa membenarkan terjadinya longsor di sejumlah lokasi di Sleman setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Ia menyebutkan talud di…

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

SELURUH Klinik PMI kabupaten/kota se-DIY Selasa (14/04) menerima hibah peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar. Jumlah itu diproyeksikan akan meningkatkan standar fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat respons kedaruratan medis di seluruh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

  • April 14, 2026
Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

  • April 14, 2026
Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

  • April 14, 2026
PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

  • April 14, 2026
Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

  • April 14, 2026
Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

  • April 14, 2026
Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang