Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

PEMERINTAH Kota Bandung siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait rencana kerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan untuk ASN.

Kebijakan itu direncanakan pemerintah guna menghemat bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak konflik di Timur Tengah (Timteng) yang menggangu pasokan minyak dunia, termasuk Indonesia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk penerapan kebijakan tersebut. Selama juklak dan juknisnya belum ada, ASN Pemkot Bandung tetap kerja seperti biasa.

“Pemkot menunggu saja, saya enggak akan sok tahu, jadi menunggu saja. Pada prinsipnya gini, kalau juklak dan juknisnya belum keluar, maka (ASN Pemkot Bandung, Red) bekerja seperti biasa,” ucapnya.

WFA untuk urai kemacetan

Menurut Farhan, saat ini sebagian ASN Pemkot Bandung ada yang melaksanakan work from anywhere (WFA) untuk mengurai arus balik mudik pada masa libur Lebaran. Namun, ASN yang bekerja seperti biasa pun sudah banyak.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2025

“Sekarang kan statusnya sudah clear. Berdasarkan instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), maka ada work from anywhere. Tapi kayak saya ya ngantor saja, dari hari Rabu ngantor saja. Namum, Senin nanti masih berlaku full seperti biasa, belum ada WFH-WFH,” jelasnya.

Sebelumnya, Farhan menyebut bahwa Pemkot Bandung belum memutuskan akan menerapkan WFH untuk ASN setiap hari apa. Farhan bakal melihat situasinya dulu sebelum mengeluarkan keputusan, termasuk dapam memutuskan kebijakan bagi anak sekolah.

“Pemerintah provinsi menyarankan WFA setiap Kamis, sementara pemerintah pusat menyarankan Jumat. Kami masih melihat situasi, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah perlu menerapkan PJJ (pembelajaran jarak jauh),” terangnya.

Penghematan BBM

Farhan menambahkan, kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap penghematan BBM dan energi. Krisis energi sangat bergantung pada pemerintah pusat. Hingga saat ini, Pertamina menjamin pasokan BBM masih aman dan belum ada tanda kenaikan harga BBM subsidi.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Pastikan Bantuan Beras CPP Layak Konsumsi

Di sisi lain, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menuturkan, wacana WFH tersebut sejauh ini baru disampaikan secara verbal oleh pemerintah pusat. “Kita masih menunggu juknis dari pusat, karena ini baru disampaikan secara lisan,” tuturnya.

Meski begitu, Iskandar memastikan Pemkot Bandung telah menyiapkan skema kerja agar tetap selaras dengan kebutuhan pelayanan publik, apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan. “Kita sudah persiapkan, tinggal nanti kita sesuaikan dengan aturan dari pusat,” terangnya.

Iskandar menegaskan, penerapan WFH harus tetap memperhatikan kualitas pelayanan publik, yang tidak boleh terganggu oleh kebijakan tersebut. Pada prinsipnya, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal.

Evaluasi

Itu yang menjadi prioritas. Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hari pelaksanaan WFH apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pusat.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Gandeng Usaid Edukasi Warga Cegah TB

“Kita lihat nanti apakah Jumat, Senin, atau Selasa, kita akan evaluasi sesuai kebutuhan,” katanya.

“Terlepas dari hal itu, kami menyambut baik bila skema WFH dari pemerintah pusat diterapkan pada hari Jumat, karena berpotensi dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Bandung. Kalau hari Jumat WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif,” sambungnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Wali Kota Semarang Pastikan Dukung Program MBG dan KKMP

WALI KOTA Semarang memastikan kesiapan mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang…

Pastikan Akses Pengobatan Gratis, Kapolda Jateng Kunjungi Anak Penderita CTEV

KAPOLDA Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengunjungi tujuh anak penderita Clubfoot atau CTEV (Congenital Talipes Equinovarus) yang menjalani penanganan di RS Bhayangkara Tk II Prof Awaloeddin Djamin Semarang,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Regulasi Penanganan Bencana Sudah Cukup Memadai

  • September 10, 2026
Regulasi Penanganan Bencana Sudah Cukup Memadai

Wali Kota Semarang Pastikan Dukung Program MBG dan KKMP

  • September 10, 2026
Wali Kota Semarang Pastikan Dukung Program MBG dan KKMP

Advokat yang Memahami Hukum Keluarga Islam Makin Dibutuhkan

  • September 10, 2026
Advokat yang Memahami Hukum Keluarga Islam Makin Dibutuhkan

Pastikan Akses Pengobatan Gratis, Kapolda Jateng Kunjungi Anak Penderita CTEV

  • September 10, 2026
Pastikan Akses Pengobatan Gratis, Kapolda Jateng Kunjungi Anak Penderita CTEV

Warga Tanggulangin Antusias Sambut Layanan Kesehatan dan Literasi Gratis KAI

  • September 10, 2026
Warga Tanggulangin Antusias Sambut Layanan Kesehatan dan Literasi Gratis KAI

Sambang Humanis Brimobda Jambi Gembirakan Hati Orang Rimba

  • September 10, 2026
Sambang Humanis Brimobda Jambi  Gembirakan Hati Orang Rimba