OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

RAPAT  Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Desember 2025 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Secara global, perbaikan ekonomi masih berlanjut meskipun laju pertumbuhan diperkirakan melandai pada 2026. Ekonomi Amerika Serikat tumbuh solid dengan inflasi yang terus menurun, sementara perlambatan ekonomi Tiongkok masih berlanjut. Perbedaan arah kebijakan bank sentral global turut memengaruhi dinamika pasar keuangan internasional, meski sentimen pasar secara umum tetap positif.

Di dalam negeri, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik. Kinerja sektor manufaktur tercatat ekspansif, inflasi tetap terkendali, serta neraca perdagangan mencatatkan surplus. Kondisi tersebut menopang stabilitas sektor keuangan nasional.

BACA JUGA  OJK Jawa Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 22,13 persen secara tahunan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, didorong oleh meningkatnya likuiditas serta partisipasi investor ritel.

Kinerja positif juga tercatat di pasar obligasi dengan arus masuk investor nonresiden yang tetap terjaga. Selain itu, industri pengelolaan investasi, derivatif keuangan, serta bursa karbon menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Di sektor perbankan, penyaluran kredit tumbuh 7,74 persen secara tahunan (yoy) dengan tingkat risiko yang terkendali. Likuiditas dan permodalan perbankan tetap kuat, serta kualitas kredit terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah.

Sementara itu, sektor perasuransian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan berada dalam kondisi stabil dengan tingkat solvabilitas yang tinggi.

BACA JUGA  OJK Jateng Perkuat Permodalan Khusus BPR dan BPRS

Pada sisi inovasi keuangan digital dan aset kripto, aktivitas terus berkembang seiring penguatan aspek perizinan, pengawasan, dan perlindungan konsumen. OJK menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi keuangan yang sehat melalui penerapan regulatory sandbox dan penguatan tata kelola.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat pengawasan terintegrasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memastikan sektor jasa keuangan berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan pada 2026. (Htm/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemerintah Diminta Tingkatkan Penegakan Hukum dan Literasi Pajak

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) RI mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 sebanyak Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 yang sebesar Rp2.189,3 triliun. Dengan capaian tersebut, pemerintah menghadapi defisit…

PN Bandung Tolak Praperadilan Wakil Wali Kota Erwin

PENGADILAN Negeri (PN) Bandung menolak permohonan praperadilan yang diajukan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tahun 2025. Putusan tersebut dibacakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM Lantik 901 Insinyur Baru

  • January 13, 2026
UGM Lantik 901 Insinyur Baru

Pemerintah Diminta Tingkatkan Penegakan Hukum dan Literasi Pajak

  • January 13, 2026
Pemerintah Diminta Tingkatkan Penegakan Hukum dan Literasi Pajak

Guru SD Jatikalang Keluhkan Banjir dan Kerawanan Sekolah

  • January 13, 2026
Guru SD Jatikalang Keluhkan Banjir dan Kerawanan Sekolah

Baru 56 Dapur SPPG Beroperasi di Sidoarjo dari Target 370

  • January 13, 2026
Baru 56 Dapur SPPG Beroperasi di Sidoarjo dari Target 370

Erick Thohir Gaungkan Semua Elemen Sepak Bola Indonesia Bersatu dan Dukung John Herdman

  • January 13, 2026
Erick Thohir Gaungkan Semua Elemen Sepak Bola Indonesia Bersatu dan Dukung John Herdman

Cegah Superflu, Warga Bandung Diminta Jaga Kesehatan

  • January 13, 2026
Cegah Superflu, Warga Bandung Diminta Jaga Kesehatan