2,4 Miliar Pekerja Dunia Terpapar Cuaca Panas Ekstrem

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menerbitkan laporan serta panduan baru yang menyoroti tantangan kesehatan akibat meningkatnya paparan panas ekstrem terhadap pekerja di seluruh dunia.

Perubahan iklim yang memicu gelombang panas lebih sering dan lebih intens semakin dirasakan dampaknya, terutama bagi pekerja di sektor dengan paparan panas langsung seperti pertanian, konstruksi, dan perikanan. Kelompok rentan di negara berkembang—seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat berpenghasilan rendah—juga semakin terancam kesehatannya.

“Stres panas sudah merugikan kesehatan dan mata pencaharian miliaran pekerja, terutama di komunitas paling rentan,” ujar Dr. Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO.

“Panduan ini menawarkan solusi praktis berbasis bukti untuk melindungi nyawa, mengurangi kesenjangan, dan membangun ketahanan tenaga kerja di dunia yang makin panas,” lanjutnya.

BACA JUGA  Wabah Ebola Muncul di Kongo, 28 Kasus dan 15 Orang Tewas

WMO mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas dalam sejarah. Suhu siang hari yang menembus lebih dari 40°C bahkan 50°C kini semakin sering terjadi.

Kondisi ini membuat risiko gangguan kesehatan akibat stres panas meningkat tajam, mulai dari dehidrasi, stroke panas, gangguan ginjal, hingga masalah neurologis. Produktivitas pekerja pun dilaporkan turun 2–3% untuk setiap kenaikan 1°C di atas 20°C.

“Perlindungan pekerja dari panas ekstrem bukan hanya kebutuhan kesehatan, tetapi juga keharusan ekonomi,” tegas Ko Barrett, Wakil Sekjen WMO.

Panas Ekstrem di Dunia Kerja dan Rekomendasi

Panduan ini menyerukan penyusunan rencana aksi stres panas di tempat kerja yang disesuaikan dengan kondisi lokal dan melibatkan semua pihak—mulai dari pekerja, serikat buruh, pemberi kerja, hingga otoritas kesehatan.

BACA JUGA  Cacar Monyet Varian Baru Lebih Mematikan

Beberapa rekomendasi utama antara lain:

  • Menyusun kebijakan kesehatan kerja terkait panas ekstrem sesuai pola cuaca dan kerentanan pekerja.
  • Memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan, termasuk pekerja paruh baya, lansia, dan penderita penyakit kronis.
  • Edukasi bagi tenaga kesehatan, pemberi kerja, dan pekerja agar mampu mengenali serta menangani gejala stres panas.
  • Mendorong inovasi teknologi untuk melindungi kesehatan sekaligus menjaga produktivitas.
  • Mengembangkan solusi yang praktis, terjangkau, dan ramah lingkungan agar dapat diimplementasikan secara luas.

ILO (Organisasi Perburuhan Internasional) mencatat lebih dari 2,4 miliar pekerja di dunia terpapar panas berlebih, dengan lebih dari 22,8 juta kasus cedera kerja setiap tahun terkait kondisi ini.

“Panduan ini adalah tonggak penting untuk merespons ancaman panas ekstrem di dunia kerja,” ujar Joaquim Pintado Nunes, Kepala Keselamatan dan Kesehatan Kerja ILO. “Kami menyerukan aksi bersama yang segera untuk melindungi kesehatan, keselamatan, dan martabat para pekerja.”

BACA JUGA  Kelaparan Pertama di Timur Tengah, Gaza dalam Bahaya

Seruan Bertindak

WHO dan WMO menekankan bahwa panduan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Implementasi kebijakan yang cepat dan tegas sangat penting untuk melindungi pekerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah krisis iklim yang kian nyata. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satuan Brimob Polda Sulteng menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di Sulawesi Tengah. Ketiganya ditangkap di dua lokasi berbeda,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

  • October 4, 2026
Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

  • October 4, 2026
Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data