Kemenkraf dan Kementerian Koperasi Siap Berkolaborasi

  • Ekonomi
  • January 20, 2025
  • 0 Comments

WAKIL Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar bertemu dengan Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono membahas kolaborasi dua kementerian itu.

“Pertemuan ini terkait kolaborasi antara UMKM Koperasi dan kementerian lain dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk membangun jaringan dan meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya,” kata Wamenekraf Irene dalam pertemuan di Kementerian Koperasi, Jakarta pada Senin (20/1)

Wamenekraf Irene mengatakan kolaborasi itu dapat berupa pengembangan industri kreatif, peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, dan pengembangan ekonomi digital. Dalam pelaksanaannya, asosiasi koperasi bisa dilibatkan.

“Kolaborasi ini dapat melibatkan pengundangan asosiasi koperasi dan pertukaran database antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Koperasi. Dengan demikian, diharapkan dapat membangun kerja sama yang lebih erat, memfasilitasi kerja sama, dan membantu masyarakat memahami cara bergabung dengan koperasi,” tambah Wamenekraf Irene.

BACA JUGA  Kemenkraf Susun Strategi Akselerasi Jakarta di Kancah Global

Di sisi lain Wamen Koperasi Ferry menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, koperasi dapat menjadi bentuk badan hukum dan manajemen usaha yang ideal untuk pelaku ekonomi kreatif yang berbasis komunitas.

“Kita senang dengan pertemuan ini karena dapat memperkuat kolaborasi antara kementerian. Koperasi bisa masuk ke ekonomi kreatif, kan bagus. Kementerian Koperasi terbuka, boleh join program,” ujar Wamen Koperasi Ferry. (RO/Agt/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri

SEJAK menerima mandat negara pada 1999 di masa Presiden ke-3 Republik Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM membawa tugas ekonomi dan sosial yaitu menyalakan harapan bagi usaha kecil…

BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

BADAN Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pada Juli 2026 terjadi deflasi sebesar 0,31 persen secara month-to-month (m-to-m). Sementara itu, secara year-to-date (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 1,27 persen, dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri

  • August 5, 2026
PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri

Menangi Derby Jatim, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden

  • August 4, 2026
Menangi Derby Jatim, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden

Redam Persija, Persib Segel Tiket ke Final Piala Presiden

  • August 4, 2026
Redam Persija, Persib Segel Tiket ke Final Piala Presiden

BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

  • August 4, 2026
BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

  • August 4, 2026
Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

  • August 4, 2026
UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular