Penduduk Miskin di DIY Mencapai 430 Ribu

PENDUDUK miskin Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada September 2024 mencapai 430,47 ribu.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  DIY Herum Fajarwati, jumlah ini lebih rendah 15,1 ribu dibanding Maret 2024.

“Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 10,40 persen, turun 0,43 poin persen terhadap Maret 2024,” kata Herum pada rilis BPS kemiskinan di DIY di kantor BPS DIY, Rabu (15/1).

Herum mengatakan untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar atau basic needs approach.

Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan.

Semua ini diukur menurut garis kemiskinan makanan dan non-makanan.

BACA JUGA  Volatile Food Mengalami Deflasi 0,98 Persen

Garis kemiskinan makanan itu jelas Herum adalah nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan yang setara dengan 2.100 kalori per kapita per hari.

Sedangkan garis kemiskinan non-makanan nilai minimum untuk pemenuhan kebutuhan sandang, papan, pangan, kesehatan dan kebutuhan pokok non-pangan lainnya.

“Mereka yang pengeluarannya di bawah yang pengeluaran minimum berarti penduduk miskin,” katanya.

Garis kemiskinan di DIY, ujarnya pada angka Rp613.370 atau nail 1,81 persen dibanding Maret 2024.

Garis kemiskinan ini, jelasnya terbesar dari makanan yang mencapai 72,93% sedangkan yang non-makanan sebesar 27,07%.

Di perkotaan,  empat besar penyumbang garis kemiskinan makanan adalah beras (20,90%), rokok kretek filter (5,56%), telur ayam ras (5,06%) dan daging ayam ras (4,49%).

BACA JUGA  Musim Bedhidhing di Wilayah DIY Hingga Agustus

Sementara non-makanan adalah perumahan (8,76%), bensin (6,00%), listrik (2,13%) dan pendidikan (2,02%).

Di perdesaan, untuk penyumbang terbesar komoditas beras (26,54%), daging ayam ras (7,18%), rokok kretek filter (4,86%) dan telur ayam ras 4,00%.

Sementara untuk non-makanan, komoditas terbesar adalah bensin (8,60%), perumahan (5,61%), air (1,91%), listrik (1,60%).

“Jumlah rata-rata anggota rumah tangga miskin adalah 4,32 orang,” terang Herum.

Penduduk miskin di DIY masih di bawah rata-rata nasional

Dengan demikian garis kemiskinan rumah tangga pada Rp2.649.758.

Angka ini hasil  perkalian garis kemiskinan per kapita sebesar Rp613.370 dikalikan dengan rata-rata anggota rumah tangga di rumah sebesar 4,32.

Secara nasional, persentasi penduduk miskin terendah adalah Provinsi Bali (3,80%) dan tertinggi di Provinsi Papua Pegunungan (29,66%).

BACA JUGA  Kasus-Kasus Perusakan Makam di Daerah Istimewa Yogyakarta

Sedangkan posisi DIY  pada persentasi 10,40%. “Nasional 8,57%. Artinya, DIY masih di bawah rata-rata nasional,” katanya.

Herum menambahkan ada 18 provinsi yang penduduk miskinnya di bawah rata-rata nasional, dan ada 20 provinsi yang di atas rata-rata nasional.

Dia menambahkan pada 2013, angka nasional pada 11,36% dan DIY berada di 15,43%. Namun pada September 2023, rata-rata nasional pada 8,57% dan DIY pada 10,40%. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ini Ultimatum Anthony Hudson, Target Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih tim nasional Thailand, Anthony Hudson, menegaskan ambisi timnya untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang dan tiba di Indonesia pada Rabu (23/9) petang, Thailand langsung memusatkan…

Hubungkan Bisnis Halal di Asia Pasifik, B57+ Raih Penghargaan di Indonesia Halal Awards

KOMITMEN B57+ Asia-Pacific Regional Chapter dalam menghubungkan bisnis halal di pasar Asia Pasifik berbuah manis. Mereka dinobatkan sebagai penerima penghargaan Excellence in Asia-Pacific Halal Business Diplomacy and Economic Connectivity pada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

  • September 27, 2026
Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

128 Peserta Ikuti Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI

  • September 27, 2026
128 Peserta Ikuti Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

  • September 27, 2026
1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy