
AGRIPRENEUR tebu menjadi salah satu upaya dilakukan oleh PT LPP Agro Nusantara bersama PT Sinergi Guna Nusantara untuk meningkatkan produksi tebu.
Upaya dilakukan dengan menggelar road show ajak anak muda menjadi Agriprenuer tebu.
PT LPP Agro Nusantara sebelumnya bernama College Gula Negara (CGN) dan berdiri pada 1950-an.
Perusahaan ini adalah Corporate University dari Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta.
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Muhammad Rizal Ismail mengatakan kondisi belum tercapainya swasembada gula di Indonesia memengaruhi ketahanan pangan.
Di sisi lain membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung di sektor pertanian.
“Khususnya dalam pengembangan industri tebu,” kata Muhammad Rizal, Selasa (3/12).
Menurutnya perlu waktu dan pemberian ketrampilan serta pengetahuan tentang bertani tebu.
“Kami kemudian menyiapkan program inovatif yang bernama Inkubator Agripreneur Tebu,” jelasnya.
Program ini dirancang untuk melatih dan memberikan pendampingan bagi petani muda yang ingin menekuni sektor agri-preneur profesional mampu kelola perkebunan tebu secara modern, produktif dan berkelanjutan.
“Tidak hanya memiliki keterampilan teknis bertani tebu secara moderen, tetapi akan mendapat pendampingan dari ahli,” ujar Muhammad Rizal.
Selain itu pelatihan untuk perkuatan kapasitas dalam membangun usaha tani, dukungan bisnis dan sebagainya.
“Sehingga mereka nantinya benar-benar menjadi pengusaha pertanian atau perkebunan tebu,” ujar Muhammad Rizal.
Hadir juga Direktur Holding Perkebunan PTPN M Abdul Ghani dan Direktur Sinergi Guna Nusantara Mahmudi.
Namun, untuk bisa mengikuti inkubasi, kalangan muda ini harus lolos seleksi.
Setelah lolos seleksi akan mengikuti bootcamp, pelatihan lapangan, pendampingan ahli dan inkubasi usaha. Setelah itu peserta akan memperoleh pendanaan serta kemitraan.
Ia meyebutkan keseluruhan tahapan tersebut saling mendukung untuk menghasilkan petani muda yang siap bersaing dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
Agripreneur tebu menjanjikan
Menurut Rizal bergabung dalam program Inkubator Agripreneur Tebu juga menawarkan berbagai keuntungan.
Seperti dukungan penuh untuk usaha mandiri yang memfasilitasi akses kepada teknologi pertanian moderen bibit unggul.
Serta sarana prasarana yang memadai untuk memulai usaha tani tebu standar tinggi.
Sebelumnya, PT Sinergi Gula Nusantara bersama PT LPP Agro Nusantara sukses menggelar program inkubator Agripreneur Tebu Batch 1 di Pekalongan, Jawa Tengah. Sedangkan batch 2 digelar di Kediri, Jawa Timur
Pada batch ini terpilih 10 peserta terbaik sebagai calon agripreneur tebu yang dilantik langsung oleh Menko Bidang Pangan Zulkifi Hasan.
Ia menambahkan program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak sebagai partner strategis dari program nasional swasembada gula nasional termasuk kalangan perbankan.
“Perbankan memberi kemudahan akses KUR dan dari Petrokimia melalui Program Makmur akan mendapat akses kemudahan mendapatkan pupuk yang diperlukan,” ujarnya. (AGT/S-01)









