Manungsa Tanpa Tenger dalam Sebuah Kajian

DALAM ajaran Kawruh Jiwa yang dikembangkan Ki Agung Suryamentaran, manungsa tanpa tenger merupakan konsep manusia yang mampu mengambil jarak dari kemelekatan tenger (identitas).

Sebab ego atau keakuan manusia dapat menjadi sumber penderitaan batin apabila tidak disadari dan dikendalikan. Namun perjalanan untuk menuju manungsa tanpa tenger bersifat fluktuatif dan tidak pernah berhenti pada satu titik tertentu. Proses tersebut terus berubah dan sangat dipengaruhi oleh rasa, relasi sosial, serta lingkungan tempat seseorang berada.

“Proses menuju manungsa tanpa tenger ini selalu naik turun. Artinya, prosesnya tidak berhenti pada satu titik tertentu, tetapi terus berubah-ubah sehingga tidak berada pada titik yang sama,” ujar Ryan Sugiarto, mahasiswa Program Doktor Fakultas Psikologi UGM, dalam ujian terbuka disertasinya yang berjudul “Manungsa Tanpa Tenger: Konsep dan Proses” di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM, Rabu lalu.

Tujuh aspek

Di hadapan tim penguji Ryan menjelaskan konsep manungsa tanpa tenger dioperasionalkan melalui tujuh aspek, yakni pengendalian dan pembebasan diri, keberanian mengambil jarak dari kemelekatan identitas dan ekspektasi sosial, keseimbangan jiwa dan kematangan diri, kesadaran sebagai pengamat sekaligus pelepasan ego, keutuhan hidup dan empati mendalam, fleksibilitas dalam menjalani kehidupan, serta struktur kesadaran dalam Kawruh Jiwa.

BACA JUGA  Ketidakpastian Global Ancam Ekspor dan Daya Beli

Proses menuju kondisi manungsa tanpa tenger berlangsung melalui empat tahapan, yaitu weruh dewe, krasa dewe, ngerti dewe, dan ngelakoni. “Ini adalah proses internal yang terjadi pada pelajar Kawruh Jiwa. Pada posisi ini, seseorang dapat bergerak menuju apa yang disebut sebagai perwujudan potensi dirinya,” kata Ryan.

Karena itu, lanjutnya seseorang yang telah mencapai kondisi tertentu dalam manungsa tanpa tenger tetap berpotensi kembali terjebak dalam kemelekatan identitas maupun konflik sosial apabila tidak terus melakukan pengolahan diri.

“Posisi manungsa tanpa tenger bisa saja tergelincir pada kelompok-kelompok tertentu atau masuk ke dalam konflik apabila proses pengolahan dirinya tidak dilakukan secara terus-menerus,” jelasnya.

Proses lahir dan batin

Ryan menjelaskan bahwa perjalanan menuju manungsa tanpa tenger berlangsung melalui dua jalur yang saling melengkapi, yaitu proses lahir dan proses batin.

Proses lahir dilakukan dengan mempelajari berbagai ajaran dan catatan Kawruh Jiwa, seperti Kondotak dan Lengcu Gelingan, serta melalui praktik menulis sebagai sarana refleksi diri. Sementara itu, proses batin dijalani melalui tahapan weruh dewe, krasa dewe, ngerti dewe, dan ngelakoni.

BACA JUGA  UGM Hadirkan Beras Prezokasi

Lebih lanjut, Ryan mengungkapkan bahwa penelitiannya menghasilkan sebuah tawaran konseptual baru yang disebut post identity theory. Teori ini dikembangkan untuk melengkapi berbagai teori identitas yang telah ada, baik yang berfokus pada identitas sosial maupun identitas personal.

Identitas dalam lanskap sosial kontemporer menjadi sebuah kebutuhan sekaligus tanggung jawab yang kerap membebani individu.

Identity theory

Di satu sisi, identitas memberikan kerangka orientasi yang meneguhkan rasa diri serta memperkuat posisi seseorang dalam kehidupan sosial. Namun, pada saat yang sama, identitas juga bekerja sebagai mekanisme pembeda yang tegas antara “aku” dan “yang lain”.

Pada titik inilah identitas menjadi problematis. Ketika identitas sepenuhnya dilekatkan pada keberadaan diri, kritik terasa sebagai ancaman, perbedaan dipandang sebagai serangan, dan perubahan dianggap sebagai kehilangan.

Dalam penelitian ini, ia menawarkan sebuah konsep teoritik baru yang disebut post identity theory, yaitu ruang untuk mengambil jarak dari berbagai kemelekatan identitas.

Perspektif baru

Menurut Ryan, teori tersebut menawarkan perspektif baru mengenai bagaimana individu dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan identitas yang dimilikinya tanpa harus sepenuhnya melekat pada identitas tersebut.

BACA JUGA  Korupsi Kepala Daerah Marak, UGM Soroti Mahalnya Biaya Politik

Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan konsep psiko-spiritual-kontekstual yang memandang spiritualitas sebagai sesuatu yang hidup dan terjaga dalam keseharian.

“Kami juga merumuskan konsep psiko-spiritual-kontekstual, yaitu spiritualitas yang tetap terjaga dalam relasi kehidupan sehari-hari, bukan spiritualitas yang lahir karena menyendiri atau menjauh dari kehidupan sosial,” tuturnya.

Predikat cumlaude

Ryan menyimpulkan bahwa manungsa tanpa tenger merupakan manusia yang mampu mengambil jarak dari kemelekatan identitas atau ego melalui proses lahir dan batin yang berlangsung secara terus-menerus.

“Manusia tanpa tenger adalah manusia yang berjarak dari kemelekatan tenger atau kemelekatan identitas, yang prosesnya dilakukan melalui proses lahir maupun proses batin,” pungkas Ryan.

Pada ujian terbuka tersebut, Ryan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude setelah menempuh masa studi selama 3 tahun 8 bulan 2 hari dan meraih IPK 3,86. Dengan capaian tersebut, Ryan resmi menjadi doktor ke-7.306 yang diluluskan oleh UGM. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Juru Foto di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dapat Pelatihan

GUNA meningkatkan kualitas, kapasitas dan kompetensi, InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Community Care menyelenggarakan pelatihan fotografi bagi para juru foto di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan…

246 Peserta Ramaikan MTQ Gajahmungkur

SEMANGAT menyambut penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-XXXI tahun 2026 terus digaungkan hingga tingkat wilayah. Salah satunya melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kecamatan Gajahmungkur yang resmi dibuka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BI Dukung Perumusan Pembangunan Jawa Barat Bagian Selatan

  • June 18, 2026
BI Dukung Perumusan Pembangunan Jawa Barat Bagian Selatan

Juru Foto di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dapat Pelatihan

  • June 18, 2026
Juru Foto di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dapat Pelatihan

Manungsa Tanpa Tenger dalam Sebuah Kajian

  • June 18, 2026
Manungsa Tanpa Tenger dalam Sebuah Kajian

Uzbekistan Takluk dari Kolombia di Laga Debut, Ghana Ungguli Panama

  • June 18, 2026
Uzbekistan Takluk dari Kolombia di Laga Debut, Ghana Ungguli Panama

Kalog Catat Angkut 6,8 Juta Ton Barang Hingga Mei 2026

  • June 18, 2026
Kalog Catat Angkut  6,8 Juta Ton Barang Hingga Mei 2026

Wakil Kepala BPS: Jateng Kunci Keberhasilan Sensus Ekonomi Nasional 2026

  • June 18, 2026
Wakil Kepala BPS: Jateng Kunci Keberhasilan Sensus Ekonomi Nasional 2026