BRIN: Lubang Besar di Aceh Tengah Akibat Longsor

BADAN Riset dan Inovasi Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut lubang besar di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh yang terus meluas hingga mencapai luas 27 ribu meter persegi itu sebenarnya terjadi akibat longsoran tanah dan bukan sinkhole.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BRIN, Adrin Tohari. Menurutnya kawasan Ketol bukan dari batu gamping, yang biasanya memicu terjadinya sinkhole, melainkan oleh material tufa hasil aktivitas Gunung Geurendong yang sudah tidak aktif. Tufa merupakan lapisan muda yang belum terpadatkan dengan baik, sehingga mudah runtuh.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” kata Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2).

BACA JUGA  Rumah Ibadah dan Madrasah Siap Jelang Ramadan

Ngarai kecil

Lubang besar di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh yang terus meluas hingga mencapai luas 27 ribu meter persegi. (Dok.IG)

Ia menjelaskan, berdasarkan citra satelit Google Earth sejak 2010 di kawasan tersebut sebenarnya telah menunjukkan adanya lembah atau ngarai kecil. Seiring waktu, proses erosi dan longsoran terus berlangsung sehingga lembah itu semakin melebar dan memanjang hingga membentuk lubang besar yang terlihat saat ini.

Ia menduga faktor gempa bumi berkontribusi mempercepat proses tersebut. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi di Aceh Tengah pada 2013 kemungkinan memperlemah struktur lereng sehingga memicu ketidakstabilan yang semakin besar.

Selain faktor geologi dan gempa, hujan lebat menjadi pemicu utama. Batuan tufa yang rapuh mudah jenuh oleh air, sehingga kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh. Kemiringan lereng yang curam akibat proses longsoran sebelumnya juga memperparah kondisi.

BACA JUGA  Tim UGM Persiapkan Pembangunan 550 Unit Huntara di Aceh

Irigasi perkebunan

Adrin menjelaskan bahwa air permukaan dari saluran irigasi perkebunan turut berkontribusi terhadap percepatan longsor. Air yang mengalir deras dan meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa, sehingga memperbesar risiko runtuhan.

“Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, maka lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” ujarnya.

Adrin juga mengemukakan hipotesis adanya aliran air tanah di batas antara lapisan aliran lahar di dasar tebing yang lebih padat dan batu tufa di atasnya yang rapuh. Penggerusan di bagian kaki lereng oleh air tanah dapat menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga dan runtuh secara bertahap.

BACA JUGA  RSUD di Aceh-Sumut Mulai Beroperasi, Listrik masih Terkendala

Proses panjang

Menurut dia, fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Gempa dan hujan hanya berperan mempercepat proses alami pembentukan lembah atau ngarai tersebut.

Adrin menyebut bahwa kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki karakter geologi batuan gunung api muda. Ia mencontohkan Ngarai Sianok di Sumatera Barat

“Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” ujarnya. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merespons polemik di media sosial terkait unggahan video akun @sasetyaningtyas, yang diketahui merupakan alumnus LPDP. Dalam video yang beredar, pemilik akun tersebut menyatakan kebanggaannya karena…

Kemenkes-WHO Teken Hibah US$14,8 Juta Perkuat Kesehatan

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026-2027 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional. Kerja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BRIN: Lubang Besar di Aceh Tengah Akibat Longsor

  • February 21, 2026
BRIN: Lubang Besar di Aceh Tengah Akibat Longsor

Zidane Selangkah Lagi Menjadi Arsitek Timas Prancis

  • February 21, 2026
Zidane Selangkah Lagi Menjadi Arsitek Timas Prancis

Mayweather Siap Comeback setelah 9 Tahun Pensiun

  • February 21, 2026
Mayweather Siap Comeback setelah 9 Tahun Pensiun

Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

  • February 21, 2026
Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

ALS Renggut Nyawa Aktor Grey’s Anatomy Eric Dane

  • February 21, 2026
ALS Renggut Nyawa Aktor Grey’s Anatomy  Eric Dane

Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.522 Gempa

  • February 21, 2026
Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.522 Gempa