Bayi Nyaris Tertukar, RSHS Bandung Akui Ada Kelalain dari Perawat

MUTU pelayanan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS ) Bandung kembali menuai kritik. Pasalnys akibat keteledoran seorang perawat, nyaris membuat bayi yang baru dilahirkan dan ditempatkan di ruang NICU tertukar.

Nina Saleha (27) warga Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung Ibu dari bayi tersebut pada Kamis (9/4), mengeluhkan pelayanan kepulangan bayi di Gedung Kesehatan Ibu dan Bayi RSHS pada Rabu 8 April 2026 lalu.

Cuitan Nina di media sosial (medsos) jadi viral, bahkan Gubernur Jawa barat (Jabar) Dedi Mulyadi melalui akun You Tube sempat berdialog dengan Nina.

Lakukan evaluasi

Menyikapi kelalaian pihak RSHS Bandung, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Vini Adiani Dewi menegaskan, secepatnya akan melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan di RSHS.

BACA JUGA  Duh! Lambat Ditangani, Seorang Bayi Prematur Meninggal di RSBA Purwakarta

“Kami telah berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit dan menjadwalkan kunjungan dalam waktu dekat. Kami sudah berkoordinasi. Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke RSHS, sementara pihak RSHS juga sudah lebih dulu mendatangi keluarga pasien,” paparnya.

Menurut Vini, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap kualitas layanan kesehatan. Evaluasi akan difokuskan pada aspek keselamatan pasien serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP).

Mutu layanan itu mencakup keselamatan pasien dalam seluruh proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan medis. Termasuk dalam penyerahan bayi, tentu ada SOP yang harus dipatuhi. Itu yang akan didalami nanti.

“Pihak rumah sakit telah melakukan komunikasi dengan keluarga pasien. Kedua belah pihak disebut telah mencapai kesepakatan dan saling memaafkan atas insiden tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA  Buka Layanan Satu Pintu, Rektor UGM Luncurkan University Services

Minta keterangan

Sementara itu dikutip dari akun YouTube Dedi Mulyadi yang tengah melakukan percakapan telfon bersama Nina, Gubernur Jabar itu turut meminta keterangan kepada pihak RSHS yang juga ada di rumah Nina.

Kepada gubernur yang disapa KDM itu, salah seorang mengaku bernama Arif sebagai asisten manajer keperawatan. Dia hadir bersama ketua komite keperawatan dan manajer humas RSHS.

Kepada KDM, Arif menjelaskan perawat yang diduga lalai itu merupakan ASN yang sudah bekerja selama 20 tahun. Terkait sanksi, mereka memutuskan menonaktifkan sementara perawat tersebut dari pelayanan setelah proses klarifikasi dan diskusi.

“Tadi kami sudah klarifikasi, kita juga sudah kumpul dengan Pak Dirmed, sudah dilaporkan juga ke Pak Dirut, arahan dari Pak Dirut, sementara memang sebagai bentuk pembinaan kami nonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam,” ungkap Arif.

BACA JUGA  Kejari Sidoarjo Luncurkan Si Mola untuk Pelayanan Hari Libur

Sedang dikaji

Pihak RSHS lanjut Arif, melalui komite keperawatan akan mengkaji secara mendalam lagi. Dan kemudian dilakukan evaluasi apa yang menjadi latar belakang tindakan tersebut.

Kalau kelalaian nanti ada bentuk pembinaan sama surat peringatan, ada sanksi disiplin dari komite keperawatan. Namum tidak memengaruhi pada gaji maupun tunjangan yang bersangkutan. (zahra/M-01)

Related Posts

Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

BUPATI Sidoarjo, Subandi, secara resmi menyerahkan program beasiswa pendidikan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo pada Kamis (9/7). Dalam peluncuran itu Pemkab Sidoarjo menggelontorkan sebanyak empat ribu kuota beasiswa untuk…

Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli utara menegaskan Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran melalui Portal Perlinsos Digital. Kabid Perlindungan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

  • July 10, 2026
Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

  • July 9, 2026
Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

  • July 9, 2026
Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

  • July 9, 2026
Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

  • July 9, 2026
Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah

  • July 9, 2026
Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah