
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengingatkan hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam kode merah.
Hal itu berdasarkan laporan FFMC (Fine Fuel Moisture Code) yang menampakkan peta DIY seluruhnuya merah.
Dalam rilisnya diterima Mimbar Nusantara, Sabtu (7/9) disebutkan, hanya wilayah kecil di kawasan puncak Merapi dan sebagian di lereng Merapi dalam status Kode Kuning.
Kode Merah berarti sangat kering dan sangat mudah terbakar. Sedangkan Kode Kuning berarti kering dan mudah terbakar.
Sedangkan kode lainnya adalah Kode Hijau yang berarti lembab dan cukup sulit terbakar serta Kode Biru yang berarti basah dan sulit terbakar.
Kedua kode ini hijau dan biru tidak muncul di wilayah DIY saat ini.
FFMC menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.
Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain.
Dan biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm. (AGT/S-01)







