
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan dana siap pakai senilai Rp1,1 miliar untuk penanganan darurat bencana banjir bandang di Ternate, Maluku Utara.
“Dana ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat korban bencana terpenuhi, itu tujuan utamanya,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/8)
Dana siap pakai Rp1,1 triliun ini diperuntukkan ke beberapa instansi. Rinciannya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate mendapat dana Rp500 juta.
Kemudian Kodim 1051/Ternate senilai Rp200 juta, Korem 152/Ternate senilai Rp200 juta, dan Polres Kota Ternate Rp200 juta.
Dana siap pakai BNPB tersebut segera digunakan oleh setiap instansi penerima untuk memenuhi semua kebutuhan selama masa tanggap darurat mulai hari ini.
BNPB telah mendirikan dua posko pengungsian tidak jauh dari lokasi bencana banjir bandang di Kelurahan Rua, Pulau Ternate, Ternate.
“Melalui dana bantuan ini diharapkan operasi tanggap darurat harus berjalan efektif dan efisien, cepat tanpa hambatan,” ujarnya.
Pusdalops BNPB melaprkan sampai dengan Senin (26/8) pagi ada 28 orang korban bencana banjir bandang ini.
Tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 22 korban. Rinciannya 13 orang meninggal dunia, 9 orang luka-luka. Dan enam orang masih dalam pencarian.
Banjir bandang menyebabkan 25 unit rumah dan satu musala rusak berat.
Sejumlah jalan putus diterjang banjir bandang membawa material lumpur, tanah, pasir dan batu dari Gunung Gamalama. (*/S-01)







