Ruas Tol Trans Jawa masih Ramai

KENDATI puncak arus mudik sudah lewat pada Sabtu, (6/4), arus lalin di Jalan Tol Trans Jawa masih terlihat ramai. Itu sebabnya sistem one way nasional masih diberlakukan oleh Korlantas Polri dari GT Cikatama hingga GT Kalikangkung.

Kabag Pensat Ropenmas Divhumas Polri Kombes Harry Goldenhardt Santoso mengungkapkan hal itu saat mengunjungi GT Kalikangkung menggunakan Heli pada Minggu, (7/4).

“Dari pantauan udara sejak GT Cikampek sampai Kalikangkung ini arus kendaraan masih ramai namun  lancar,” tuturnya.

Meski demikian diungkapkan masih nampak sejumlah perlambatan kendaraan terutama beberapa titik rest area dan exit tol Cipali.

“Tapi sampai GT Kalikangkung arus tetap lancar,” lanjutnya.

Demi terciptanya arus mudik yang lancar, sistem one way nasional disebut akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan situasi kepadatan arus lalu lintas.

BACA JUGA  Fenomena Chunyun Arus Mudik Imlek di Tiongkok

“Sampai hari ini One Way Nasional masih full 24 jam. Pada 8-9 April nanti akan diberlakukan sampai jam 12 malam. Namun itu sifatnya juga situasional tergantung kepadatan arus kendaraan,” terangnya.

Arus lalu lintas di Tol Trans Jawa akan berlaku normal pada 10 dan 11 April. Kemudian di 12 hingga 16 akan berlaku One Way Nasional arus balik yang pelaksanaannya disesuaikan kepadatan arus.

Dalam kunjungan tersebut Kombes Goldenhardt juga menyempatkan diri menyapa pemudik yang melintas di GT Kalikangkung.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng mengapresiasi kepatuhan masyarakat atas petunjuk yang diberikan petugas di lapangan sehingga arus mudik tetap lancar.

“Lancarnya arus mudik kali ini tak lepas dari kepatuhan masyarakat atas himbauan agar mudik lebih awal sehingga tidak menumpuk di puncak arus mudik hari Sabtu kemarin,” ujarnya.

BACA JUGA  BKN Dorong Jateng Jadi Barometer ASN Nasional

Ia juga mengimbau masyarakat yang menggunakan masa libur lebaran untuk berwisata agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan dan kemacetan akibat melonjaknya jumlah pengunjung di tempat wisata.

“Saat berwisata, tetap ikuti petunjuk petugas di lapangan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan pengemudinya menguasai medan yang ditempuh,” jelasnya.

Ditambahkan, kemahiran pengemudi dan kehati-hatian dalam berkendara menuju tempat wisata sangat dibutuhkan karena sejumlah tempat wisata di Jawa Tengah berlokasi di pegunungan dan melalui jalur yang berkelok tajam.

“Hati-hati dalam perjalanan, semoga masa libur lebaran tahun ini menyenangkan bersama sanak family,” pungkasnya.(HTM/M-1)

BACA JUGA  Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

Mengenali Apa Itu Hantavirus

  • May 13, 2026
Mengenali Apa Itu Hantavirus

Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

  • May 13, 2026
Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat