
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur 3. Kegiatan Abdi Nagri kali ini dilaksanakan pada Jumat (6/11) lalu di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan itu wujud kehadiran Pemprov Jabar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.
Kepala Badan Kepegawaian Jabar, Dedi Supandi menyatakan salah satu fokus kegiatan di Desa Pajajar adalah pembangunan sebanyak 21 unit rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana pergeseran tanah dan kebakaran.
“Pembangunan rumah ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemprov dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan kembali hunian yang layak, aman, dan nyaman,” terangnya.
Bukan sekadar kawasan hunian
Menurut Dedi, kawasan pembangunan tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan kawasan Desa Kampung Budaya Sunda, sehingga tidak hanya menjadi kawasan hunian, tetapi juga memiliki nilai budaya dan potensi pengembangan sosial serta ekonomi masyarakat.
Pembangunan 21 rumah tersebut akan dilaksanakan secara bergotong royong dengan melibatkan gabungan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar melalui program Poe Ibu.
“Kolaborasi lintas perangkat daerah ini menjadi cerminan semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh, sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai nilai luhur masyarakat Jabar.”
“Integrasi dengan Desa Kampung Budaya Sunda diharapkan turut memperkuat identitas budaya lokal serta menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis, produktif, dan berdaya,” paparnya.
Dedi menyebut melalui kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur 3, dirinya berharap kehadiran pemerintah tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.
“Sinergi pembangunan hunian, penguatan budaya, dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan, mempercepat pemulihan warga terdampak bencana, serta membangun kawasan Desa Pajajar yang lebih tangguh, berkarakter, dan sejahtera,” tandasnya.
Salurkan Rp230 Miliar Bangun Infrastruktur Jalan
Selain membangun rumah untuk masyarakat terdampak bencana, Pemprov Jabar juga menyalurkan anggaran sebesar Rp230 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Majalengka.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menerangkan, dengan anggaran sebesar itu, diharapakan kondisi jalan-jalan di bawah kewenangan provinsi di daerah ini dalam keadaan layak. Ia memastikan, melalui anggaran itu, ketika ada jalan yang tidak layak, maka dipastikan bukan berada di bawah tanggung jawab provinsi.
“Jadi kalau ada jalan butut, itu bukan punya provinsi. Itu punya Kabupaten. Tahun depan Kabupaten lain. Selain melakukan perbaikan jalan, kami juga sudah mengangkat pegawai khusus untuk memastikan kondisi jalan tetap baik. Barusan saya ngangkat delapan pegawai untuk tenaga kebersihan di sini. Gajinya Rp4 juta. Biar pada meningkat ekonominya,” tandasnya. (zahra/N-01)






