Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem Dingin pada Malam Hari 

SAAT memasuki awal musim kemarau, suhu dingin ekstrem terjadi di Wilayah Bandung. Suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yakni di malam hari hingga pagi hari.

Saat musim kemarau, pada siang hari, terik sinar matahari maksimal karena tutupan awan sedikit atau tidak ada tutupan awan, akibatnya permukaan bumi menerima radiasi yang maksimal. di malam hari, bumi akan melepaskan energi.

“Karena tidak ada awan, maka di malam hari hingga dini hari, radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” terang Plt. Kepala BMKG Bandung, Edi Wibowo Selasa (28/7).

BACA JUGA  38 Desa di Sragen Berpotensi Alami Krisis Air Bersih pada Kemarau Tahun ini

Angin monsun Australia

Menurut Edi, penyabab tambahan mengapa suhu udara menjadi dingin pada musim kemarau adalah karena adanya musim dingin di wilayah Australia.

Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin monsun Australia. Yang juga merupakan penyebab utama terjadinya musim Kemarau di Indonesia.

“Angin monsun Australia ini membawa udara yang dingin dan kering  yang berada di wilayah Australia ke wilayah Indonesia yang berada di wilayah BBS (Belahan Bumi Selatan),” tuturnya.

Berdasarkan data BMKG pada pagi hari (07.00 – 13.00 WIB) di Bandung, cuaca cerah hingga cerah berawan. Siang dan sore hari (13.00 – 19.00 WIB), cerah hingga cerah berawan. Malam hari (19.00 – 01.00 WIB), cerah hingga cerah berawan. Dini hari (01.00 – 07.00 WIB), Cerah hingga cerah berawan

BACA JUGA  Dua Bibit Siklon Tropis Aktif Kepung Indonesia

Peningkatan kecepatan angin

Suhu Udara berkisar, 13 – 34 °C. Kelembapan Udara, berkisar 30 – 90 %. Angin, Tenggara, 5 – 45 km/jam.

Peringatan dini,  waspada potensi peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Jawa Barat. Untuk informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang lebih lengkap dan terkini dapat dilihat di website https://cuaca.bmkg.go.id/, aplikasi mobile infoBMKG, media sosial @infoBMKG. (zahra/M-01)

Related Posts

Dua Siswi SD di Sidoarjo Diduga Hendak Dirampok dengan Modus Ukur Baju

SEBUAH unggahan video berisi pengakuan siswi sekolah dasar (SD) yang hampir menjadi korban penculikan dan perampokan perhiasan di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, viral di media sosial. Korban selamat setelah menolak dan…

Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

WAKIL Bupati Sleman, Danang Maharsa, secara resmi membuka pra-Temu Nasional XV Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara 2026 pada Senin (27/7), di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Pembukaan ditandai dengan pemukulan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem Dingin pada Malam Hari 

  • July 28, 2026
Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem Dingin pada Malam Hari 

Dua Siswi SD di Sidoarjo Diduga Hendak Dirampok dengan Modus Ukur Baju

  • July 28, 2026
Dua Siswi SD di Sidoarjo Diduga Hendak Dirampok dengan Modus Ukur Baju

Hat-trick Mitchell Baker Warnai Pesta Kemenangan Skuat Garuda

  • July 28, 2026
Hat-trick Mitchell Baker Warnai Pesta Kemenangan Skuat Garuda

Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

  • July 27, 2026
Wabup Sleman Buka Pra-Temu Nasional ke XV BEM Nusantara 2026

Prof. Amin Abdullah: Pancasila Harus Hadir Sebagai Etika Keilmuan

  • July 27, 2026
Prof. Amin Abdullah: Pancasila Harus Hadir Sebagai Etika Keilmuan

UIN Sunan Kalijaga dan BPIP Perkuat Pendidikan Pancasila Integratif

  • July 27, 2026
UIN Sunan Kalijaga dan BPIP Perkuat Pendidikan Pancasila Integratif