Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem Dingin pada Malam Hari 

SAAT memasuki awal musim kemarau, suhu dingin ekstrem terjadi di Wilayah Bandung. Suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yakni di malam hari hingga pagi hari.

Saat musim kemarau, pada siang hari, terik sinar matahari maksimal karena tutupan awan sedikit atau tidak ada tutupan awan, akibatnya permukaan bumi menerima radiasi yang maksimal. di malam hari, bumi akan melepaskan energi.

“Karena tidak ada awan, maka di malam hari hingga dini hari, radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” terang Plt. Kepala BMKG Bandung, Edi Wibowo Selasa (28/7).

BACA JUGA  Pemkot Bandung Siagakan Tim 24 Jam Atasi Cuaca Ekstrem

Angin monsun Australia

Menurut Edi, penyabab tambahan mengapa suhu udara menjadi dingin pada musim kemarau adalah karena adanya musim dingin di wilayah Australia.

Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin monsun Australia. Yang juga merupakan penyebab utama terjadinya musim Kemarau di Indonesia.

“Angin monsun Australia ini membawa udara yang dingin dan kering  yang berada di wilayah Australia ke wilayah Indonesia yang berada di wilayah BBS (Belahan Bumi Selatan),” tuturnya.

Berdasarkan data BMKG pada pagi hari (07.00 – 13.00 WIB) di Bandung, cuaca cerah hingga cerah berawan. Siang dan sore hari (13.00 – 19.00 WIB), cerah hingga cerah berawan. Malam hari (19.00 – 01.00 WIB), cerah hingga cerah berawan. Dini hari (01.00 – 07.00 WIB), Cerah hingga cerah berawan

BACA JUGA  Kabupaten Cianjur Mulai Waspadai Potensi Kemarau Panjang

Peningkatan kecepatan angin

Suhu Udara berkisar, 13 – 34 °C. Kelembapan Udara, berkisar 30 – 90 %. Angin, Tenggara, 5 – 45 km/jam.

Peringatan dini,  waspada potensi peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Jawa Barat. Untuk informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang lebih lengkap dan terkini dapat dilihat di website https://cuaca.bmkg.go.id/, aplikasi mobile infoBMKG, media sosial @infoBMKG. (zahra/M-01)

Related Posts

Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

MAHASISWA KKN-PPM UGM Unit Mapai Pangandaran melaksanakan program Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Komposter dan Ecobrick di Dusun Sanghiangkalang, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Program itu bertujuan…

Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

DALAM rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, warga Perumahan Surya Regency Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, menggelar turnamen futsal unik antar-RT dengan mewajibkan para pemain bapak-bapak mengenakan kain sarung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

  • August 10, 2026
Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

  • August 10, 2026
Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

  • August 10, 2026
Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu, Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

  • August 9, 2026
Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu,  Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

Umar Haen Rilis Album Kedua Bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata

  • August 9, 2026
Umar Haen Rilis Album Kedua Bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata

AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti

  • August 8, 2026
AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti