
KEBERSAMAAN dan toleransi antarumat beragama terlihat hangat dalam kegiatan ‘Warung Ramadan’ yang digelar Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama komunitas Klenteng Hok Tiek Bio Pati, Kamis (12/3).
Kegiatan sosial tersebut berlangsung di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati, tepatnya di depan Kantor Bupati di Pati, Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, panitia membagikan sekitar 1.500 porsi makanan berbuka puasa gratis kepada masyarakat.
Sejak menjelang sore, warga mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Antrean warga bahkan sudah terlihat sejak sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebuah kendaraan operasional polisi yang dimodifikasi menjadi dapur lapangan menjadi pusat aktivitas memasak para personel Brimob.
Nuansa Tiongkok

Dari dapur tersebut, petugas menyiapkan berbagai hidangan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Untuk menambah kenyamanan, panitia juga mendirikan tenda yang dilengkapi meja dan kursi sehingga masyarakat dapat menikmati makanan berbuka puasa secara bersama-sama.
Suasana semakin hangat dengan dekorasi bernuansa Tionghoa yang menghiasi area kegiatan, menciptakan atmosfer penuh kebersamaan dan harmoni.
Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, Noor Hudaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian aparat kepolisian kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Brimob kepada masyarakat sekaligus sarana mempererat kebersamaan di bulan Ramadan. Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana dengan berbagi makanan berbuka puasa, sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat dapat terus terjaga dengan baik,” ujar Noor Hudaya.
Sementara itu, perwira pengendali kegiatan dapur lapangan dari Kompi 4 Batalyon A Pelopor Brimob Pati, Martono, menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan langsung oleh personel Brimob dengan dukungan komunitas klenteng.
Dapur lapangan

Menurutnya, personel Brimob bertugas menyiapkan dan memasak makanan melalui dapur lapangan, sementara komunitas klenteng membantu menata serta membagikan makanan kepada masyarakat.
“Tim memasak dari Brimob menyiapkan seluruh proses pengolahan makanan melalui dapur lapangan, sementara rekan-rekan dari komunitas klenteng membantu dalam menata dan menyiapkan porsi makanan sebelum dibagikan kepada masyarakat.”
“Total ada 1.500 porsi makanan siap santap yang kami bagikan,” jelas Martono.
Disambut Antusias Warga
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu warga Pati, Jumini, mengaku sudah datang sejak sore hari untuk mengantre makanan berbuka puasa.
“Ya ikut berbuka puasa di sini, bagus, senang sekali. Antre sudah sejak jam lima tadi. Banyak yang ikut antre,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini membuat suasana Ramadan terasa lebih hangat karena masyarakat dapat berkumpul dan berbuka puasa bersama tanpa memandang latar belakang.
Contoh Sinergi dan Toleransi
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Artanto, menyampaikan bahwa kegiatan sosial yang melibatkan kolaborasi antara aparat dan masyarakat merupakan cerminan nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sinergi antara Brimob dan komunitas masyarakat seperti yang terlihat di Pati ini menjadi contoh positif bagaimana kebersamaan dapat memperkuat kedamaian dan persatuan,” ujar Artanto.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi, kebersamaan, dan toleransi antarwarga dapat terus terpelihara sehingga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat semakin kuat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. (Htm/A-01)






