Meski masih Surplus, Nilai Ekspor DIY di Desember 2025 Turun

NILAI ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta pada Desember 2025 lalu mencapai US$52,26 juta. Angka itu, kata Statistisi Ahli Utama BPS DIY Sentot Bangun Widoyono,  lebih rendah 11,95 persen dibanding kinerja tahun 2024.

Sentot mengungkapkan penurunan nilai ekspor itu terutama dipengaruhi oleh kontraksi kinerja sektor industri pengolahan. Menurut dia, pengolahan merupakan kontributor utama ekspor DIY.

“Pada Desember 2025, nilai ekspor sektor industri pengolahan turun sebesar 12,00 persen (y-on-y) dan memberikan andil sebesar 98,35 persen terhadap total ekspor DIY,” kata Sentot.

Dikatakan komoditas utama hasil industri yang mendominasi ekspor DIY meliputi pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, pakaian rajutan dan aksesorinya, serta barang dari kulit samak.

Tujuan utama ekspor

Berdasarkan negara, katanya Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang menjadi tujuan utama ekspor DIY sepanjang Januari–Desember 2025, dengan pangsa gabungan mencapai 61,78 persen.

BACA JUGA  Libur Idul Adha Penumpang Commuter Line Yogya-Palur Meningkat

“Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan pangsa 43,68 persen, diikuti oleh Jerman sebesar 10,79 persen dan Jepang sebesar 7,31 persen,” kata Sentot.

Komoditas utama ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, barang dari kulit samak, serta pakaian rajutan dan aksesorinya.

Produk pakaian jadi

Sementara itu, ekspor ke Jerman dan Jepang juga didominasi oleh produk pakaian jadi dan hasil industri pengolahan lainnya.

Di sisi impor, katanya, nilai impor DIY pada Desember 2025 tercatat sebesar US$14,90 juta, atau mengalami penurunan sebesar 5,93 persen dibandingkan Desember 2024 (y-on-y).

Penurunan nilai impor tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya impor bahan baku/penolong, yang selama ini menjadi komponen utama impor DIY.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Raih Penghargaan Humas Kemenag Award

Pada Desember 2025, nilai impor bahan baku/penolong tercatat turun sebesar 2,38 persen (y-on-y) dan memberikan kontribusi sebesar 85,50 persen terhadap total impor DIY.

Industri pengolahan

Komoditas utama impor bahan baku dan penolong antara lain kain rajutan, kain tekstil yang dilapisi atau dilaminasi, serta filamen buatan, yang sebagian besar digunakan untuk mendukung kegiatan industri pengolahan.

Berdasarkan negara asal, Tiongkok, Hongkong, dan Amerika Serikat menjadi pemasok utama impor DIY sepanjang Januari–Desember 2025, dengan pangsa gabungan sebesar 74,12 persen.

Tiongkok menempati posisi pertama sebagai negara asal impor terbesar dengan pangsa 39,06 persen, diikuti oleh Hongkong sebesar 19,38 persen dan Amerika Serikat sebesar 15,68 persen.

Komoditas utama impor dari Tiongkok dan Hongkong, jelasnya didominasi oleh bahan tekstil dan produk penunjang industri, sedangkan impor dari Amerika Serikat terutama berupa mesin, peralatan mekanis, dan sarana transportasi.

BACA JUGA  Mendag Lepas Ekspor Kerupuk dan Sambal ke AS dan Belanda

Neraca perdagangan

“Sejalan dengan kinerja ekspor yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan impor sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta secara kumulatif hingga Desember 2025 tetap mencatat surplus dan menunjukkan penguatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dikatakan surplus neraca perdagangan DIY pada periode Januari–Desember 2025 meningkat sebesar US$10,03 juta dibandingkan periode Januari–Desember 2024.

Kondisi ini, imbuhnya mencerminkan peran ekspor sektor Industri Pengolahan yang tetap dominan, di tengah kenaikan impor yang relatif lebih terbatas selama tahun 2025. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan perjudian jenis togel yang beroperasi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang. Pengungkapan ini menyasar sejumlah peran dalam praktik perjudian, mulai dari pengepul kupon,…

Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

POLDA Jawa Tengah berhasil mengungkap pelanggaran pelayaran dan peredaran minuman keras tanpa izin di wilayah Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 2.604 botol minuman keras berbagai merek, kapal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

  • October 20, 2026
Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

Aksi Demo Mahasiswa di Bandung Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

  • October 20, 2026
Aksi Demo Mahasiswa di Bandung Tuntut  Prabowo-Gibran Mundur