
MENJELANG bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing mengajak organisasi kemahasiswaan dan organisasi keagamaan di wilayah Kabupaten Sidoarjo untuk menjaga kondusivitas.
Hal tersebut disampaikannya saat bersilaturahmi dengan organisasi kemahasiswaan dan organisasi keagamaan di sebuah rumah makan di Sidoarjo, Senin sore (26/1). Kegiatan itu sekaligus untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sambutannya, Kombes Christian Tobing menegaskan, tugas menjaga keamanan tidak bisa dijalankan kepolisian. Menurutnya, dukungan moral, sosial, dan intelektual dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, terutama menjelang Ramadan saat aktivitas masyarakat meningkat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan tugas, sehingga masukan dari para tokoh agama, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat sangat kami harapkan,” kata Tobing.
Peran strategis

Tobing menyebut organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik yang sejuk dan menenangkan. Menjelang Ramadan, pesan-pesan dakwah yang menekankan persaudaraan, toleransi, serta empati sosial dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial.
“Agama harus hadir sebagai sumber kedamaian, bukan pemecah belah. Peran para kiai, ulama, dan tokoh agama sangat besar dalam menjaga suasana tetap kondusif,” kata Tobing.
Selain tokoh agama, Tobing juga menyoroti peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual. Ia mengajak mahasiswa menjadi penyeimbang yang konstruktif dalam kehidupan demokrasi serta turut meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah derasnya arus informasi.
“Perkembangan teknologi informasi sangat cepat. Jika tidak disikapi dengan bijak, bisa memicu kesalahpahaman hingga konflik sosial. Di sini peran mahasiswa dan tokoh agama sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” tegas Tobing.
Langkah preventif

Polresta Sidoarjo, kata Tobing, mengedepankan langkah preventif melalui fungsi intelijen dan pembinaan masyarakat. Namun upaya tersebut akan jauh lebih efektif jika didukung partisipasi aktif warga.
Tobing juga menegaskan komitmen jajarannya untuk mengedepankan pendekatan dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. Ia memastikan pintu Polresta Sidoarjo terbuka bagi kritik, saran, maupun aspirasi.
“Kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Karena itu kami terus berupaya melakukan perbaikan pelayanan,” kata Tobing.
Ia pun berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi awal komunikasi berkelanjutan antara kepolisian, mahasiswa, dan tokoh agama.
“Kami mohon doa dan dukungan agar anggota Polresta Sidoarjo bisa terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Tobing. (OTW/N-01)








