
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkomitmen membantu mahasiswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyalurkan bantuan biaya tempat tinggal selama tiga bulan kepada 162 mahasiswa terdampak bencana.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp332.100.000, yang diberikan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah, antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), UIN Sunan Kudus, hingga Universitas Terbuka. Setiap mahasiswa menerima bantuan Rp1.950.000.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (15/1).
Beri semangat
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan pesan penyemangat kepada para mahasiswa agar tetap melanjutkan pendidikan meskipun tengah menghadapi cobaan.
“Pendidikan tidak boleh berhenti. Dalam menempuh pendidikan tentu tidak selalu mulus, selalu ada ujian untuk mencapai cita-cita,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan realisasi komitmen Gubernur Ahmad Luthfi yang disampaikan saat mengunjungi mahasiswa terdampak banjir dari Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
“Harapannya, bantuan ini dapat menjaga semangat belajar mereka untuk terus mengejar ilmu dan kelak kembali membangun daerah asalnya,” jelas Taj Yasin.
Terdampak langsung
Selain bantuan untuk mahasiswa, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke tiga provinsi terdampak banjir tersebut dengan total nilai mencapai Rp2,5 miliar.
Ketua Ikatan Mahasiswa Minangkabau, M. Ghazza Al Hafidz Hasbi, menilai Pemprov Jawa Tengah konsisten menepati janji yang telah disampaikan sejak awal.
“Kami merespons sangat baik. Apa yang dijanjikan saat kunjungan Bapak Gubernur di Asrama Aceh benar-benar terealisasi dan terlaksana dengan lancar,” ungkapnya.
Ghazza menambahkan, dari sekitar 500 mahasiswa asal Sumatera Barat yang menempuh pendidikan di Jawa Tengah, terdapat 39 mahasiswa yang terdampak langsung banjir dan seluruhnya telah terdata sebagai penerima bantuan.
Sudah tercover
Wilayah terdampak parah di Sumatera Barat, lanjut dia, meliputi Kabupaten Agam serta sejumlah kawasan di Kota Padang, di mana banyak rumah warga rusak dan akses jalan terputus akibat banjir.
“Alhamdulillah, seluruh 39 mahasiswa terdampak dari Sumatera Barat sudah tercover bantuan. Ini sangat berarti bagi kami,” pungkasnya. (Htm/N-01)







