
SEKELOMPOK anak muda yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengguna jalan. Mereka dilaporkan membawa potongan besi dan memicu kericuhan di jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Gedangan, kawasan Puri Surya Jaya, Sidoarjo, pada Rabu (14/1) malam hingga Kamis dini hari (15/1). Aksi konvoi itu sempat membuat pengguna jalan lain merasa terganggu dan khawatir.
Polisi yang menerima laporan masyarakat segera melakukan penyisiran dan mengamankan para peserta konvoi. Sebanyak 19 orang dibawa ke Mapolsek Waru, sementara enam lainnya diamankan di Mapolsek Gedangan.
Kapolsek Waru, Kompol M Amin, mengatakan dua dari total peserta yang diamankan masih berstatus di bawah umur. Seluruhnya diketahui berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo, dengan latar belakang daerah yang beragam.
“Total ada 19 orang yang kami amankan di Polsek Waru, dua di antaranya masih di bawah umur. Mereka berasal dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan. Di antara mereka juga terdapat satu perempuan,” ujar Kompol M Amin, Kamis (15/1).
Menurut Amin, kejadian tersebut bukan merupakan tawuran yang direncanakan. Awalnya, kelompok tersebut hanya melakukan konvoi. Namun, situasi berubah ricuh setelah terjadi cekcok di jalan akibat aksi konvoi yang dihentikan oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya.
“Awalnya hanya konvoi, lalu dihentikan oleh seseorang yang tidak dikenal. Terjadi adu mulut yang memicu emosi dan niat untuk melakukan pembalasan. Warga yang melihat kejadian itu kemudian melapor ke Polresta Sidoarjo,” jelasnya.
Konvoi remaja bawa potongan besi
Petugas dari Polresta Sidoarjo bersama jajaran Polsek Waru langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan potongan besi berukuran kecil yang dibawa peserta konvoi. Meski demikian, tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Mengingat sebagian besar yang diamankan masih berstatus pelajar, polisi mengambil langkah pembinaan. Para peserta konvoi dipulangkan dengan syarat dijemput langsung oleh orang tua masing-masing.
“Mereka kami lakukan pembinaan. Sebelum dipulangkan, mereka diminta sungkem kepada orang tua, disaksikan petugas, serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksi konvoi dan keributan di jalan,” kata Amin.
Kompol Amin juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, Wati, salah satu orang tua peserta konvoi asal Gresik, mengaku terkejut saat mengetahui anaknya diamankan polisi. Ia mengatakan anaknya sempat pamit keluar rumah untuk mengikuti konvoi, namun tidak menyangka aksi tersebut meresahkan masyarakat.
“Saya sudah sering melarang. Saya suruh pulang maksimal jam 11 malam, tapi tidak ada kabar. Sekitar jam 23.00 masih bisa dihubungi, lalu saya tertidur. Subuh saya bangun anak belum pulang dan pesan saya hanya centang satu,” ujar Wati.
Ia baru mengetahui anaknya diamankan polisi sekitar pukul 05.00 WIB dari teman anaknya. Wati kemudian langsung berangkat ke Mapolsek Waru untuk menjemput.
Setelah menjalani pembinaan dan dijemput orang tua masing-masing, seluruh anak muda yang diamankan di Mapolsek Waru akhirnya dipulangkan. (OTW/S-01)







