Jumlah Tunawisma di Bandung Naik Tajam, Tembus 2.003 Orang

DINAS Sosial (Dinsos) Kota Bandung mencatat jumlah tunawisma yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) terus mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2024, jumlah tunawisma tercatat sebanyak 847 orang. Angka tersebut melonjak tajam pada 2025 hingga mencapai 2.003 orang.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Irvan Alamsyah, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dari penjangkauan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun sebelumnya. Menurutnya, lonjakan jumlah tunawisma kerap terjadi pada periode-periode tertentu.

“Peningkatan ini merupakan hasil penjangkauan yang terus dilakukan. Lonjakan jumlah tunawisma hampir selalu terjadi pada waktu-waktu tertentu,” ujar Irvan.

Lonjakan jelang Idul Fitri

Ia menjelaskan, lonjakan paling signifikan biasanya terjadi menjelang bulan Ramadan serta hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Pada periode tersebut, Kota Bandung kerap menjadi tujuan pendatang dari luar daerah yang berharap memperoleh penghasilan atau kehidupan yang lebih baik.

BACA JUGA  Rumah Inggit Ganarsih Ditetapkan Jadi Cagar Budaya Nasional

“Biasanya memang ada peningkatan menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan. Saat ini pun sudah mulai terlihat karena kita mendekati Ramadan,” katanya.

Irvan mengungkapkan, sebagian besar PPKS yang terjaring berasal dari wilayah sekitar Bandung Raya, seperti Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Namun, tidak sedikit pula yang datang dari daerah lain di Pulau Jawa, bahkan luar pulau.

“Ada juga yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Sumatera. Pernah kami kembalikan tunawisma sampai ke Tanah Datar, Sumatera Barat,” ungkapnya.

Fenomena tunawisma ke Bandung

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian PPKS datang ke Kota Bandung dengan berbagai latar belakang, terutama karena faktor ekonomi. Menyikapi hal itu, Dinsos Kota Bandung terus memperkuat upaya penjangkauan, pendataan, dan rehabilitasi sosial, termasuk pemulangan ke daerah asal bagi tunawisma non-warga Kota Bandung.

BACA JUGA  Pasar Seni ITB Kembali Digelar, Sinestesia Jadi Awal Kebangkitan

“Sementara bagi tunawisma warga Kota Bandung, kami lakukan pengecekan administrasi kependudukan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penilaian kondisi sosial yang bersangkutan,” jelas Irvan.

Untuk tunawisma yang membutuhkan penanganan lanjutan, Dinsos akan melakukan intervensi lebih lanjut atau merujuk yang bersangkutan ke panti rehabilitasi sosial melalui koordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat.

Program rehabilitasi

Irvan menambahkan, program rehabilitasi sosial terhadap tunawisma telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Pada 2025, Dinsos merujuk sejumlah tunawisma, termasuk yang dikenal sebagai “manusia gerobak”, ke panti sosial.

“Di panti, mereka tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, peralatan kerja, hingga difasilitasi tempat tinggal berupa kontrakan. Tujuannya agar mereka bisa mandiri dan tidak kembali ke kehidupan jalanan,” katanya.

BACA JUGA  Halal Bihalal Momen Pembersihan Hati

Ia menegaskan, seluruh proses penanganan tunawisma dilakukan melalui mekanisme resmi Dinsos dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat wilayah, kepolisian, TNI, hingga instansi terkait lainnya.

“Hasil penanganannya beragam, ada yang dirujuk ke balai rehabilitasi dan ada pula yang dipulangkan ke daerah asal. Penanganan ini berawal dari laporan masyarakat dan aparat wilayah,” pungkas Irvan. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gubernur KDM Beri Uang Tunggu untuk Korban Selamat Kecelakaan Kapal Virgo

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi akan memberikan uang tunggu bagi 12 korban selamat dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Para korban kini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setiap korban selamat…

PSI Soroti Revisi SE Bupati Cianjur Soal UHC

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, akhirnya mencabut Surat Edaran Bupati Cianjur tentang penghentian program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas setelah memicu polemik. Namun, berbagai elemen memandang masih banyak pekerjaan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

  • September 16, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

  • September 16, 2026
UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

  • September 16, 2026
Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

  • September 15, 2026
KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

  • September 15, 2026
Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

  • September 15, 2026
Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT