
DAERAH Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengukuhkan posisinya sebagai barometer pendidikan nasional. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), DIY menempati peringkat pertama nasional pada sejumlah mata pelajaran kunci yang menjadi indikator utama literasi dan numerasi.
Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan di awal tahun bagi dunia pendidikan di Bumi Mataram. Data TKA 2025 mencatat rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa DIY mencapai 65,89, tertinggi secara nasional. Nilai tersebut mengungguli DKI Jakarta di posisi kedua dengan skor 63,39, disusul Jawa Tengah 61,56 dan Jawa Timur 59,84.
Dominasi DIY juga terlihat pada mata pelajaran Matematika sebagai indikator numerasi. Dengan skor rerata 43,09, DIY kembali memimpin peringkat nasional, berada di atas DKI Jakarta (40,18), Jawa Tengah (39,16), dan Jawa Timur (38,15).
Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Inggris, DIY mencatatkan nilai kompetitif sebesar 30,00. Capaian tersebut menempatkan DIY tepat di bawah DKI Jakarta yang meraih skor 33,23, serta unggul dibandingkan Jawa Tengah yang mencatat nilai 26,78.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, mengapresiasi kerja keras seluruh elemen pendidikan yang berkontribusi terhadap capaian tersebut.
“Pertama tentu kita bersyukur atas capaian ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung peningkatan mutu pendidikan di Yogyakarta, terutama dalam penguatan proses pembelajaran, literasi, dan numerasi di satuan pendidikan,” ujar Suhirman, Jumat (2/1).
Menurutnya, hasil TKA 2025 harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memajukan pendidikan. Ia berharap prestasi ini semakin memperkokoh citra dan kepercayaan publik terhadap Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan.
“Kita perlu terus berkolaborasi dalam semangat memajukan mutu pendidikan di DIY. Hal ini penting untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan,” katanya.
TKA 2025 DIY bersaing dengan DKI Jakarta
Meski unggul pada Bahasa Indonesia dan Matematika, Pemda DIY mencatat masih terdapat ruang perbaikan pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Peningkatan kompetensi di bidang tersebut akan menjadi salah satu prioritas pada tahun ajaran mendatang.
Pemda DIY menegaskan tidak akan berpuas diri dengan capaian ini. Evaluasi dan penguatan berbagai indikator pendidikan lainnya akan terus dilakukan agar kualitas pendidikan di DIY tetap merata dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kita tidak boleh berhenti hanya pada kebanggaan atas hasil TKA ini. Prestasi ini adalah modal untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” pungkas Suhirman.
Melalui capaian tersebut, Pemda DIY berharap sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan pemerintah daerah terus terjaga demi melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan akar budaya lokal. (*/S-01)







