
POLDA Jawa Tengah mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di RSUD dr Kariadi Semarang untuk mempercepat proses identifikasi korban kecelakaan bus di Simpang Susun Krapyak, jalan tol dalam kota Semarang.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memastikan seluruh korban meninggal dunia maupun luka-luka mendapatkan penanganan secara optimal dan mengedepankan empati. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung Posko DVI di kamar jenazah RS Kariadi, Selasa (22/12).
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya para korban. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama dan kami pastikan seluruh korban ditangani dengan sebaik-baiknya,” ujar Kapolda.
Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan bus PO Cahaya Trans yang terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.45 WIB. Bus dilaporkan melaju tak terkendali dan menabrak pagar pembatas di Simpang Susun Krapyak. Bus tersebut diketahui tengah melakukan perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta.
Korban meninggal

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 16 penumpang meninggal dunia dan 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban meninggal, 15 orang meninggal di lokasi kejadian dan satu orang meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS Tugu.
Seluruh korban meninggal saat ini menjalani proses pemulasaraan dan identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Tengah di RS Kariadi. Sementara itu, korban luka dirawat di tiga rumah sakit rujukan, yakni RS Tugu, RS Columbia, dan RS Elisabeth Semarang.
Kapolda menjelaskan, pengemudi bus merupakan pengemudi cadangan dan dalam kondisi selamat. Saat ini yang bersangkutan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian,” jelasnya.
Polrestabes Semarang
Penanganan kecelakaan dilakukan oleh Unit Laka Polrestabes Semarang dengan dukungan Ditlantas Polda Jateng. Biddokkes Polda Jateng juga menurunkan tim medis, tim evakuasi, serta Tim DVI, sekaligus membuka posko pelayanan bagi keluarga korban di RS Kariadi sebagai pusat informasi dan pendampingan.
“Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui metode ante mortem dan post mortem untuk memastikan ketepatan identitas sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga,” tambah Kapolda.
Kapolda juga memastikan seluruh korban luka mendapatkan perawatan maksimal. Biaya pengobatan korban luka ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta santunan akan diberikan melalui koordinasi dengan Jasa Raharja.
Kapolda pun mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara, khususnya di masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan rest area dan pos pelayanan untuk beristirahat. Polda Jateng telah menyiapkan 365 pos pengamanan, pelayanan, dan kesehatan di berbagai titik untuk mendukung keselamatan perjalanan,” tandasnya. (Htm/N-01)







