Hari Antikorupsi Sedunia, Ratusan Warga Sidoarjo Demo

MEMPERINGATI Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember, ratusan warga Sidoarjo melakukan aksi unjukrasa. Unjukrasa dilakukan di depan kantor kejaksaan negeri, pemkab dan DPRD Sidoarjo.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi (ARSAK), memulai aksinya di depan kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Mereka melakukan orasi menyoroti berbagai persoalan di Kabupaten Sidoarjo.

Berbagai persoalan yang menjadi sorotan, mulai dari infrastruktur yang dinilai tak terurus, banjir yang berulang hingga ke jalan-jalan protokol. Selanjutnya kerusakan jalan, serta layanan dasar yang dianggap berjalan setengah hati.

Massa pengunjuk rasa juga menyinggung disharmoni antara bupati dan wakil bupati, yang dinilai menjadi salah satu penghambat dalam pembangunan. Menurut mereka, dinamika internal pemerintahan tidak seharusnya berdampak pada kebijakan publik.

BACA JUGA  Kemensos Kerahkan Tagana ke Pesantren Sidoarjo

“Aksi ini bagian dari refleksi Hari Anti Korupsi Sedunia. Kami menyoroti beberapa persoalan di Sidoarjo yang belum selesai, terutama terkait kepemimpinan dan dugaan korupsi. Temuan ini akan kami sampaikan ke Kantor Bupati,” kata koordinator aksi Sigit Imam Basuki, Selasa (9/12).

Massa juga menyoroti kerja sama Perumda Delta Tirta Sidoarjo dengan sebuah perusahaan investasi, hingga temuan mengenai reklasifikasi senilai 19 miliar rupiah  yang disebut sebagai “utang meragukan”. Mereka menilai reklasifikasi itu tidak sesuai, karena dana milik rekanan seharusnya dibayarkan oleh Perumda Delta Tirta, dan bukan dimasukkan sebagai pendapatan lain-lain.

Reklasifikasi adalah tindakan akuntansi memindahkan saldo atau transaksi dari satu akun ke akun lain untuk memastikan laporan keuangan disajikan secara akurat dan mematuhi standar akuntansi yang berlaku,

BACA JUGA  Ketua PKB Sidoarjo Nekat Daftar ke KPU Loncat ke Partai Lain

Setelah berorasi di depan Kejari Sidoarjo, massa melanjutkan aksi di depan kantor Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo. Saat di depan kantor DPRD Sidoarjo, mereka ditemui sejumlah pimpinan DPRD Sidoarjo. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

SEPANJANG 2025 jumlah pengguna jasa layanan transportasi Commuter Line mencapai 10,1 juta orang. Angka tersebut didominasi oleh pergerakan pekerja, pelajar, dan masyarakat umum yang setiap hari berpindah antar kabupaten dan…

Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

POLISI meringkus tiga pria asal Surabaya karena menipu sejumlah anak di bawah umur dengan membawa kabur sepeda motor mereka Komplotan itu memakai modus pura-pura mencari anggota keluarga yang hilang sehingga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

  • February 11, 2026
Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

  • February 11, 2026
Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

  • February 11, 2026
UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

  • February 11, 2026
65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

  • February 11, 2026
Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

Ritual Memandikan Rupang Jelang Imlek untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik

  • February 11, 2026
Ritual Memandikan Rupang Jelang Imlek untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik