
BANJIR yang menggenangi SMPN 2 Tanggulangin, Sidoarjo, membuat kegiatan belajar mengajar pada Senin (24/11) diliburkan dan dialihkan ke sistem daring. Ujian sumatif akhir semester (SAS) yang semula direncanakan berlangsung secara offline juga terpaksa diganti menjadi ujian daring.
Genangan air di area sekolah telah terjadi sejak sepekan terakhir dengan ketinggian 10-40 sentimeter. Kondisi memburuk setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu malam (23/11). Pihak sekolah kemudian memutuskan untuk menghentikan pembelajaran tatap muka dan meminta siswa mengikuti kegiatan dari rumah.
Karena pengumuman dilakukan mendadak pada Senin pagi, sejumlah siswa sempat datang ke sekolah sebelum akhirnya diminta pulang untuk mengikuti pembelajaran daring.
“Hari ini jadwal ujian sumatif akhir semester adalah Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Indonesia,” ujar Diniyah Hidayah, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tanggulangin.
Banjir yang masih merendam sekolah ini juga mengganggu pelaksanaan SAS selama enam hari. Padahal, seluruh persiapan ujian sudah selesai dilakukan.
“Kami masih berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru terkait mekanisme ujian sumatif akhir semester,” kata Wakil Kepala Kurikulum, Alfuly Lailiy.
Pihak sekolah belum dapat memastikan sampai kapan pembelajaran daring akan diterapkan. SMPN 2 Tanggulangin diketahui menjadi salah satu sekolah yang kerap terdampak banjir setiap musim hujan. (OTW/S-01)







