Pemkot Semarang Belum Bisa Bangun Ulang Jembatan Metro 2

PEMERINTAH Kota Semarang belum dapat membangun kembali Jembatan Metro 2 di Meteseh, Tembalang, yang hanyut akibat derasnya arus Sungai Babon. Jembatan tersebut diketahui dibangun secara swadaya tanpa izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juana maupun Pemkot Semarang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kerusakan jembatan dan belum bisa menangani pembangunan ulang karena tidak masuk dalam perencanaan.

“Jembatan ini dibangun swadaya, belum ada kajian, dan pembangunannya tidak sepengetahuan pemerintah,” ujarnya, Jumat (14/11).

Ia menegaskan bahwa Sungai Babon merupakan kewenangan BBWS Pemali–Juana sehingga pembangunan infrastruktur di atasnya memerlukan rekomendasi resmi.

“Jika nanti akan dibangun permanen, kami harus meminta rekomendasi BBWS untuk penggunaan aset sungai,” jelasnya.

BACA JUGA  Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Semarang Siap Lakukan Pembinaan

Hingga kini belum ada usulan resmi untuk pembangunan jembatan dalam anggaran 2026. DPU berencana melakukan Feasibility Study dan Detail Design (FSDD) terlebih dahulu. “Jika hasil kajian menunjukkan akses ini vital dan layak dibangun, bisa diusulkan masuk anggaran 2027. Tahun 2026 masih tahap kajian,” katanya.

Suwarto menilai jembatan swadaya yang hanyut tersebut tidak memenuhi standar teknis maupun keselamatan. Untuk penanganan sementara, pihak kelurahan dan kecamatan diminta berkoordinasi, mengingat pembangunan resmi masih menunggu izin BBWS.

Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Dini Inayati, mendesak Pemkot segera membangun kembali jembatan itu karena menjadi akses vital penghubung Kelurahan Meteseh dan Rowosari.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, baik untuk aktivitas ekonomi dan sosial, maupun untuk mengurai kemacetan di kawasan Metro,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Gencar Tanam Mangrove di Kawasan Pantai

Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan DPU dan Camat Tembalang, serta akan mengawal proses pengajuan pembangunan jembatan permanen demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga. (Htm/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

SELAMA  pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Satgas Preemtif dari Ditbinmas Polda Jateng terus membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan difokuskan pada penanaman…

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

  • February 11, 2026
Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

  • February 11, 2026
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295