Empat Titik Rawan Banjir di Bandung Jadi Perhatian BPBD

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menetapkan empat titik rawan banjir yang mendapat perhatian khusus saat musim hujan dan cuaca ekstrem. Lokasi tersebut meliputi Jalan Gedebage, Rancanumpang, Braga, dan Pagarsih.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, mengatakan pihaknya telah menyiagakan tim di lokasi-lokasi rawan tersebut.

“Untuk daerah Gedebage, Rancanumpang, dan Pagarsih sudah termasuk kategori langganan banjir. Sedangkan di Braga, banjir biasanya terjadi akibat meluapnya Sungai Cikapundung,” ujarnya, Rabu (12/11).

BPBD, lanjutnya, terus memantau ketinggian air melalui alat pemantauan milik BBWS Citarum. Jika permukaan air meningkat, peringatan dini segera disampaikan kepada aparat kewilayahan dan masyarakat.
“Kami mengimbau warga agar segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi bila hujan deras turun secara terus-menerus,” kata Amires.

BACA JUGA  Tiga Kecamatan di Sukabumi masih Tanggap Darurat Bencana

BPBD juga akan menggelar rapat koordinasi bersama aparat kewilayahan untuk menentukan status siaga menghadapi potensi banjir. “Kita akan bahas apakah akan ditetapkan status siaga satu atau tidak. Tapi imbauan ke masyarakat sudah disampaikan melalui aparat setempat,” tambahnya.

Amires mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.

“Kalau tidak perlu keluar rumah, sebaiknya tetap di rumah. Jika harus bepergian, hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame karena berisiko roboh,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara warga, RT/RW, dan aparat kewilayahan untuk memperkuat kesiapsiagaan bersama.

“Begitu terlihat tanda-tanda hujan deras atau genangan meningkat, segera laporkan ke posko BPBD agar penanganan cepat bisa dilakukan,” tegasnya.

BACA JUGA  KLH-Kemdiktisaintek Perkuat Pemulihan Lingkungan Sumatra

Penanganan banjir di Kabupaten Bandung 

Sementara itu di Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna menyoroti minimnya kepedulian sejumlah perusahaan di Kecamatan Dayeuhkolot terhadap penanganan banjir di wilayah tersebut.

“Banyak perusahaan yang sudah lama beroperasi, tapi kontribusinya terhadap lingkungan masih minim. Padahal, saat banjir, bukan hanya masyarakat yang terdampak, perusahaan juga ikut rugi,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga dunia usaha.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pengusaha juga harus ikut turun tangan. Ini kewajiban bersama,” katanya.

Dadang mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi melalui konsep pentahelix, yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

BACA JUGA  Mengantisipasi Musim Hujan

“Dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menemukan solusi permanen untuk persoalan banjir di Dayeuhkolot,” pungkasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah SN, 38, warga negara India yang ditemukan tewas di ruang detensi Kantor…

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

PERSONEL Patroli Jago Presisi Satuan Samapta Polres Cianjur, Jawa Barat, membantu seorang perempuan yang mengalami kontraksi karena hendak melahirkan. Ibu rumah tangga itu kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan