Dinilai Eksklusif, Tokoh Karo Kritik Konsep Sekolah Negeri Unggulan

SEJATINYA tujuan dari sekolah unggulan adalah bertujuan untuk menampung para siswa yang berprestasi, pintar, dan berbakat,

Sayangnya, pada prakteknya justru terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan sekolah berlabel unggul itu. Hal itu pun dinilai mengancam prinsip kesetaraan kesempatan bagi seluruh anak bangsa.

Demikian diungkapkan tokoh masyarakat Karo, Sumatra Utara, Barata Berahmana, Rabu (12/11). Itu sebabnya ia menyerukan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas sekolah negeri di Kabupaten Karo.

Keterbatasan fasilitas

Kondisi miris di salah satu sekolah di daerah. (Dok.Ist)

Menurut Barata, banyak sekolah negeri di wilayah Karo masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan tantangan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Banyak guru masih harus bertahan hidup dengan penghasilan mendekati upah minimum dan pekerjaan sampingan. Ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut martabat,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya.

BACA JUGA  Sekda Jateng: Hari Anak Jadi Momentum Perkuat Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, sekolah-sekolah berbiaya tinggi yang mengusung label unggul terus berkembang dengan fasilitas modern dan akses pendidikan yang elite. Barata pun mempertanyakan konsep keunggulan yang hanya bisa diakses oleh kelompok tertentu.

“Keunggulan seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok,” tegasnya.

Kesejahteraan guru

Barata, yang telah bermukim lebih dari tiga dekade di Singapura, mencontohkan bagaimana negara tersebut membangun pendidikan berkualitas melalui penguatan sekolah negeri dan peningkatan kesejahteraan guru.

“Sekolah negeri di sana bersih, lengkap, dan terhormat. Guru dihargai, dan seluruh anak memiliki akses yang layak terhadap pendidikan,” katanya.

Ia juga menyinggung kisah Kaisar Hirohito pasca-Perang Dunia II yang menanyakan jumlah guru yang selamat setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Menurut Barata, hal itu menunjukkan betapa strategisnya peran guru dalam membangun kembali bangsa.

BACA JUGA  PLN UP3 Pematangsiantar dan USI Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan

Mulai dari pedesaan

Barata pun sekali lagimenyerukan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memprioritaskan peningkatan fasilitas dasar sekolah di pedesaan, termasuk SD dan SMP negeri, serta memastikan kesejahteraan guru meningkat. Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak harus dimulai dari kota atau sekolah besar.

“Kita tidak perlu memperbaiki seluruh Indonesia sekaligus. Mulailah dari Karo, dari ruang kelas di desa, dari anak-anak yang menaruh harapan pada kita,” ujarnya.

Barata menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh menjadi komoditas yang hanya menguntungkan mereka yang mampu.

“Republik ini tidak dilahirkan untuk menjadi pasar. Keunggulan yang hanya dapat dibeli bukanlah keunggulan, itu hanya kemewahan,” katanya. (Mts/N-01)

Kondisi miris di salah satu sekolah di daerah. (Dok.Ist)

BACA JUGA  Berlian Organizer Bakal Umumkan Penerima HPN Awards 2026

Dimitry Ramadan

Related Posts

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

QUACQUARELLI Symonds (QS) melalui QS World University Rankings (WUR) kembali merilis peringkat kampus terbaik dunia 2027. Sebanyak 20 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam daftar tersebut, dengan Universitas Indonesia (UI) berada…

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

FAKULTAS Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta sukses menggelar Upacara Sumpah Profesi untuk 667 lulusan tenaga kesehatan professional di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta pada Jumat, (2/10).…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan