
RATUSAN buruh dari berbagai serikat pekerja di Jawa Timur mengikuti Apel Kebangsaan di halaman parkir timur Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (16/10). Dalam deklarasi itu buruh menyatakan tegak lurus dengan pemerintah untuk menolak aksi anarkisme.
Apel Kebangsaan itu diikuti perwakilan buruh, dari berbagai organisasi serikat pekerja di Jawa Timur. Mereka mengusung tema Apel Kebangsaan Serikat Pekerja/Buruh, dalam rangka menjunjung tinggi demokrasi demi menjaga persatuan bangsa.
Ketua SPSI Jawa Timur Achmad Fauzi menegaskan, apel ini menjadi bukti kekompakan buruh Jatim dalam menjaga persatuan bangsa. Sekaligus menolak segala bentuk aksi anarkis yang dapat memecah belah kesatuan bangsa.
Simbol kekompakan
Achmad Fauzi menegaskan, Apel Kebangsaan ini menjadi simbol kekompakan buruh Jatim, yang harus dipertahankan. Menurutnya, buruh tidak akan berkompromi terhadap unjuk rasa yang berujung anarkisme, penjarahan, atau tindakan yang bisa menyebabkan disintegrasi bangsa.
“Hari ini serikat buruh dan pekerja seluruh Jawa Timur berkumpul dalam Apel Kebangsaan di GOR Sidoarjo. Ini menjadi simbol bahwa kekompakan buruh Jatim harus terus dipertahankan. Kami tidak akan berkompromi terhadap unjuk rasa yang berujung anarkisme, penjarahan, atau tindakan yang bisa menyebabkan disintegrasi bangsa,” kata Fauzi.
Penetapan UMK
Apel ini juga menjadi momentum untuk menyambut penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026, yang akan segera dirumuskan. Para buruh berharap pemerintah tetap berpihak pada kepentingan pekerja, tanpa mengabaikan kemampuan perusahaan.
Apel ini menjadi semangat untuk menyuarakan harapan, agar buruh tetap menjadi prioritas dalam kebijakan upah. Buruh juga mendukung pemerintah untuk tetap tegak lurus terhadap UUD, namun menolak segala bentuk kekerasan dalam menyuarakan aspirasi.
Apel diikuti perwakilan dari sejumlah serikat buruh seperti PD FSP KEP SPSI Jawa Timur, PD FS RTMM SPSI Jawa Timur, PD FSP LEM SPSI Jawa Timur, PD SPN Jawa Timur, PD KEP KSPTI Jawa Timur, dan PD F SBI Jawa Timur. Total npeserta sekitar 500 orang. (OTW/N-01)







