
MENTERI Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjenguk Syehlendra Haical, santri yang selamat dari runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo. Haical kini dirawat intensif di RSUD R.T Notopuro, Rabu (1/10) sore.
Haical sebelumnya tertimbun reruntuhan selama dua hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, tanpa patah tulang maupun cedera parah.
“Kondisinya baik sekali, luar biasa. Saya sendiri menyaksikan proses evakuasinya bersama Pak Wagub,” kata Gus Ipul usai menjenguk.
Mensos mengaku kagum pada ketahanan Haical yang mampu bertahan lebih dari 24 jam di bawah reruntuhan sambil tetap berkomunikasi dengan tim SAR. “Dia bisa berkomunikasi dengan petugas hingga proses evakuasi selesai,” ujarnya.
Proses penyelamatan Haical berlangsung lebih lama dari perkiraan. “Awalnya diperkirakan dua jam, tapi ternyata butuh delapan jam. Rencananya subuh selesai, tapi baru berhasil pukul 04.00 pagi. Ini luar biasa,” jelasnya.
Gus Ipul bersyukur Haical selamat sehingga bisa menceritakan kembali pengalamannya. Selain menjenguk Haical, ia juga mengunjungi korban lain dan menyerahkan paket bantuan untuk keluarga.
Hingga Rabu, RSUD R.T Notopuro menangani 41 korban dengan rincian 2 meninggal (Mochammad Mashudulhaq dan Muhammad Soleh), 9 masih dirawat, dan 30 sudah dipulangkan.
Peristiwa runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny terjadi pada Senin (29/9) pukul 15.00 WIB. Diduga, pondasi lantai empat yang tengah dilakukan pengecoran tidak mampu menahan beban, hingga bangunan ambruk ke lantai dasar dan menimpa santri yang sedang melaksanakan salat Asar. (*/S-01)







