BPPTKG Yogyakarta: Aktivitas Merapi masih Cukup Tinggi

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam periode pengamatan 5–11 September 2025. Meski demikian, tidak ada perubahan signifikan pada morfologi tiga kubah lava di puncak gunung.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, menjelaskan analisis foto udara 25 Agustus menunjukkan volume Kubah Barat Daya mencapai 4.179.900 meter kubik dan Kubah Tengah 2.368.800 meter kubik. “Kubah Barat Daya sedikit berubah akibat guguran lava, namun tidak signifikan,” ujarnya, Sabtu (13/9).

Dalam periode tersebut, Merapi mengeluarkan asap putih bertekanan lemah setinggi 10–400 meter. Guguran lava tercatat 1 kali ke arah Kali Boyong sejauh 1.900 meter, 11 kali ke Kali Bebeng sejauh 1.900 meter, 25 kali ke Kali Krasak sejauh 2.000 meter, serta 47 kali ke Kali Sat/Putih sejauh 2.000 meter.

BACA JUGA  Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Selama 122 Detik

Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat 90 kali gempa vulkanik dangkal, 590 kali gempa fase banyak, 2 kali gempa frekuensi rendah, 588 kali gempa guguran, dan 17 kali gempa tektonik. “Intensitas kegempaan lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya,” jelas Agus.

Pemantauan deformasi menggunakan EDM menunjukkan pemendekan jarak tunjam 0,5 cm per hari. Sementara curah hujan tertinggi terjadi di Pos Kaliurang pada 11 September dengan intensitas 8,26 mm/jam selama 46 menit, namun tidak menimbulkan lahar hujan.

Hingga kini, status aktivitas Merapi tetap pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya (Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km) serta sektor tenggara (Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol maksimal 5 km). Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.

BACA JUGA  BPPTKG Pastikan Merapi Tetap Aman meski Erupsi

BPPTKG meminta pemerintah daerah di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten meningkatkan upaya mitigasi, serta mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di kawasan potensi bahaya. “Waspadai awan panas guguran dan lahar hujan, terutama saat hujan deras di sekitar Merapi,” tegas Agus. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

SEBAGAI wujud kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu, PT PLN UP3 Pematangsiantar kembali menyalurkan bantuan melalui program Xtracare. Sebanyak 15 paket sembako diberikan kepada penerima manfaat yang tersebar di wilayah…

Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

KABAR penahanan seorang oknum pejabat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi berinisial RB, 46 tahun, yang berhembus di masyarakat Jambi akhirnya terkonfirmasi. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji, Senin (29/6)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

  • June 29, 2026
Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

  • June 29, 2026
Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

  • June 29, 2026
PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Banjir Lahar Berpotensi Terjadi

  • June 29, 2026
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Banjir Lahar Berpotensi Terjadi

Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

  • June 29, 2026
Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

  • June 29, 2026
Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura