
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa data terkini ada sebanyak 16 orang meninggal dunia dan ratusan warga mengungsi akibat banjir di Bali.
“Untuk korban meninggal terbanyak tercatat di Kota Denpasar delapan jiwa, kemudian Kabupaten Gianyar tiga jiwa, Jembrana dua jiwa, dan Badung satu jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (11/9).
Saat ini, tim petugas gabungan masih melakukan upaya tanggap darurat berupa pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, serta pengendalian banjir.
Berdasarkan data yang diterima BNPB, ada dua warga yang hilang dalam pencarian mereka teridentifikasi di Kota Denpasar.
120 titik
Kemudian, kata dia, ada sebanyak 562 orang warga terpaksa mengungsi di sejumlah titik pengungsian sementara yang terdiri atas 327 warga Jembrana dan 235 warga Denpasar.
Menurut Abdul, para penyintas itu memanfaatkan posko dan sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, mushola, dan banjar sebagai lokasi pengungsian.
Adapun hasil asesmen tim reaksi cepat BPBD Bali mendapati ada lebih dari 120 titik banjir di Pulau Dewata itu.
Denpasar menjadi wilayah dengan lokasi terbanyak yakni 81 titik, disusul Kabupaten Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan delapan titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing empat titik. (*/N-01)







