DKP Jamin Udang Asal Jabar Layak Dikonsumsi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar menjamin produk udang asal daerah tersebut aman dikonsumsi dan tidak terkontaminasi radioaktif.

Sebelumnya pada Agustus lalu pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), menolak masuknya produk udang beku asal Indonesia karena terindikasi mengandung isotop radioaktif Cesium-137.

Udang tersebut disebut berasal dari salah satu unit pengolahan ikan di Banten dan telah beredar di sejumlah ritel di Amerika Serikat. Meskipun kadar radioaktif yang terdeteksi masih di bawah ambang batas yang ditetapkan, otoritas AS tetap menarik produk tersebut sebagai langkah pencegahan.

Kejadian itu pun sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat serta memengaruhi persepsi pasar ekspor terhadap keamanan udang asal Indonesia.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Bantah Efesiensi Anggaran Dialihkan untuk Lembur Pakuan

Pantau langsung

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar menjamin produk udang asal daerah tersebut aman dikonsumsi
Ilustrasi. Tambak Udang (Dok.Ist)).

Kepala DKP Jabar Rinny Cempaka menyatakan, saat isu tersebut beredar, DKP langsung melakukan pemantauan di sentra produksi dan lingkungan budidaya udang di wilayah Jabar. Hal itu guna memastikan keamanan dan kualitas produk.

Saat ini sentra tambak udang di Jabar tersebar di pesisir utara dan selatan, dengan sistem budidaya intensif dan semi-intensif.

“Berdasarkan hasil pemantauan, lokasi produksi dan pengolahan udang di Unit Pengolah Ikan (UPI) Jabar, tidak berada di dekat sumber potensi paparan radioaktif, seperti reaktor nuklir atau industri peleburan logam berisiko,” ungkapnya.

Menurut Rinny, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di sentra produksi, tetapi juga di Unit Pengolahan Ikan serta sistem jaminan mutu. Untuk diketahui bahwa udang di Jabar telah memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan menerapkan sistem jaminan mutu berbasis HACCP. Pengawasan keamanan pangan juga dilakukan secara berlapis, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, hingga produk akhir.

BACA JUGA  Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

“Yang jelas hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi kontaminasi radioaktif berdasarkan hasil uji kualitas di unit pengolahan Jabar. Penolakan udang oleh AS akibat cemaran Cesium-137, hanya terjadi pada produk dari perusahaan tertentu dan tidak mencerminkan kualitas udang Indonesia secara keseluruhan,” paparnya.

Kepercayaan pasar

Sampai sekarang lanjut Rinny, tidak ada laporan atau temuan kontaminasi radioaktif pada udang asal Jabar. Di sisi lain, pasar ekspor masih menerima produk udang dari Jabar, didukung oleh dokumen sertifikasi mutu dan keamanan dari instansi berwenang.

Dapat disimpulkan bahwa produksi udang di Jabar hingga saat ini aman, bebas dari cemaran radioaktif, dan layak konsumsi. Dan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan yang diterapkan di unit pengolahan udang Jabar telah memenuhi standar nasional dan internasional.

BACA JUGA  Pergub Alih Fungsi Lahan Sinergikan Aspek Ekonomi dan Ekologi

“Meskipun isu radioaktif terjadi di tingkat nasional dan tidak berasal dari Jabar kami menekankan pentingnya langkah antisipasi untuk menjaga kepercayaan pasar. Sistem jaminan mutu dan keamanan pangan yang kami terapkan telah sesuai dengan standar nasional dan internasional, sehingga dapat menjamin produk diterima di pasar global,” sambungnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menutup operasional PT Mas Putih Belitung yang mengelola tambang di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang pada Selasa (15/9/2026). Penutupan ditandai dengan pemasangan Satpol PP Line…

83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

PENGHAGENG Kawedanan Hageng Punakawan Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi menyerahkan Serat Kekancingan yang diawali dengan Serat Palilah kepada 83 warga Padukuhan Sengir Kalurahan Sumberharjo, Prambanan, Sleman. Mereka adalah warga kawasan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

  • September 16, 2026
Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

  • September 16, 2026
UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

  • September 16, 2026
83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

  • September 16, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

  • September 16, 2026
UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

  • September 16, 2026
Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi