
POLDA Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang menggelar pengamanan humanis saat demo buruh gabungan serikat pekerja dan aliansi buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (28/8).
Sebanyak 975 personel dikerahkan dalam pengamanan yang dipimpin langsung Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi. Polisi menurunkan Tim Negosiator Polwan dan Dalmas Awal tanpa tameng sebagai simbol pengamanan non-intimidatif.
Sekitar pukul 14.00 WIB, massa tiba dengan pengawalan polisi dan menyampaikan tuntutan mereka secara damai.
Demo buruh tolak upah murah
Demo buruh mengusung isu antara lain penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penghentian PHK serta pembentukan satgas PHK, reformasi pajak perburuhan, pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa omnibus law, hingga pemberantasan korupsi dan penghentian praktik union busting.
Tim negosiator Polwan menyambut peserta aksi dengan imbauan persuasif agar unjuk rasa tetap tertib. Sementara itu, personel lalu lintas melakukan rekayasa arus kendaraan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut pengamanan humanis ini adalah wujud komitmen Polri sebagai pengawal demokrasi. Ia juga mengapresiasi peserta aksi yang menyampaikan pendapat secara damai.
“Polri hadir untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan tanpa gangguan ketertiban. Terima kasih kepada peserta aksi yang tetap tertib,” ujarnya.
Aksi buruh serentak di seluruh Indonesia dengan mengusung isu yang sama. Di Jakarta, aksi dilaksanakan di depan Gedung Parlemen. (Htm/S-01)







