Pegunungan Meratus Bukan Taman Nasional

ORGANISASI lingkungan dan masyarakat adat yang tergabung dalam Aliansi Meratus kembali menegaskan penolakan terhadap rencana penetapan Pegunungan Meratus sebagai Taman Nasional.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Raden Rafiq Wibisono, mengatakan penolakan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Kamis (28/8). Menurutnya, tata kelola hutan adat Dayak Meratus sudah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Kalsel mencabut seluruh proses usulan Taman Nasional ini. Sikap penolakan sudah final,” tegas Raden.

Aliansi Meratus menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan kearifan lokal. Konsep zonasi taman nasional dianggap tidak sesuai dengan praktik adat yang menyatu dengan ritus keagamaan dan tata kelola hutan masyarakat Dayak Meratus.

BACA JUGA  KPK Optimistis Praperadilan Sahbirin Noor Ditolak

“Jangan sampai ini menjadi bentuk diskriminasi negara terhadap masyarakat adat di Pegunungan Meratus,” ujarnya.

Aliansi Meratus terdiri dari AMAN Kalsel, Walhi Kalsel, serta tokoh masyarakat adat dari empat kabupaten: Balangan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, dan Banjar. Perwakilan dari Hulu Sungai Selatan berhalangan hadir, tetapi tetap menyatakan penolakan.

Ketua PW AMAN Kalsel, Rubi, menambahkan Pegunungan Meratus sudah dihuni masyarakat Dayak sejak ribuan tahun lalu, dengan lebih dari 20 ribu jiwa yang hidup dari hutan.

“Hutan Meratus bukan hanya sumber penghidupan, tapi juga bagian penting dari ritual kepercayaan kami. Menjaganya adalah bentuk penghormatan kepada leluhur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan usulan peningkatan status hutan lindung menjadi taman nasional sudah diajukan ke Kementerian Kehutanan sejak Oktober 2024. Proses teknis masih menunggu pembentukan Tim Terpadu. (DS/S-01)

BACA JUGA  Basarnas Serahkan Black Box Helikopter Meratus ke KNKT

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

UNIT Reskrim Polsek Turi, Sleman membenarkan terjadinya tindak pidana penganiayaan di wilayah Bangunkerto, Turi, Sleman pada Jumat siang pekan lalu. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Senin menjelaskan, dalam…

Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menemukan sejumlah material bangunan yang tidak sesuai spesifikasi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada proyek pembangunan rumah pompa di Desa Sidokare Kecamatan Sidoarjo, Senin (28/9).…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

  • September 28, 2026
Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

  • September 28, 2026
Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

  • September 28, 2026
Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual, Antusiasme Suporter kian Tinggi

  • September 28, 2026
56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual,  Antusiasme Suporter kian Tinggi

Jelang Indonesia vs Malaysia, Fanzone Berhias Ragam Hiburan untuk Suporter

  • September 28, 2026
Jelang Indonesia vs Malaysia, Fanzone Berhias Ragam Hiburan untuk Suporter

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi