Lindungi Anak dari Miras, Pemkot Bandung Masifkan Patroli

PEMERINTAH Kota Bandung, Jawa Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja mengaku akan lebih aktif berpatroli pada malam hari, terutama di titik-titik tempat nongkrong. Hal itu akibat meningkatnya temuan remaja yang terlibat dalam aktivitas berisiko, seperti minum minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, kenyamanan cuaca Bandung di malam hari memang kerap dimanfaatkan sebagian warga untuk berkumpul. Namun, ada kecenderungan aktivitas itu disalahgunakan sebagian anak muda.

“Kota Bandung ini cuacanya memang nyaman. Duduk nongkrong bisa menghangatkan diri, tapi ada yang menghangatkan diri dengan ciu dan obat-obatan. Ini yang mengkhawatirkan,” terangnya.

Pendekatan humanis

Farhan menegaskan, pentingnya pendekatan yang humanis terhadap anak-anak yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Anak-anak bukan pelaku kejahatan.

BACA JUGA  Polda Jabar Tetapkan 44 Orang Tersangka Kasus Judi Kasino

“Kita harus melihat mereka dari perspektif perlindungan anak. Mereka butuh dibina dan diselamatkan, bukan dihukum,” tegasnya.

Farhan memerintahkan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial untuk segera menyusun program terintegrasi bagi anak-anak usia 12 hingga 15 tahun. Program ini akan melibatkan kolaborasi dengan kepolisian dan TNI serta menjangkau SD dan SMP.

Farhan bahkan sempat mengikuti patroli malam bersama tim Prabu Soreh Salabandung pada akhir pekan lalu. Patroli yang dimulai pukul 10 malam hingga 1 pagi itu menemukan fakta sejumlah anak SD dan SMP terjaring karena sudah mengonsumsi minuman.

“Ini sangat memprihatinkan. Bahkan ada yang masih anak-anak sudah terkena dampak. Di sisi lain, banyak juga usia produktif 20 sampai 30 tahun yang mengonsumsi obat keras dicampur alkohol tinggi. Ini krisis yang harus kita tangani bersama,” tuturnya.

BACA JUGA  Jelang Lebaran Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Stabil

Lebih proaktif

Untuk itu, Farhan meminta camat dan lurah di Kota Bandung lebih proaktif dan intensif melakukan patroli pengamanan khususnya di wilayah yang rawan menjadi tempat berkumpul pada malam hari.

“Kita harus hadir di tengah masyarakat. Kewilayahan harus sigap menjaga warganya, terutama anak-anak kita. Ini bukan soal keamanan semata, tapi soal masa depan generasi kita,” sambungnya. (Rava/N-04)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengevakuasi dan melakukan pendataan para korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara