Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 10 Ribu Meter

GUNUNG api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi eksplosif pada Jumat (1/8) pukul 20.48 WITA. Letusan disertai kolom abu setinggi sekitar 10.000 meter dari puncak, dengan lontaran material mencapai radius 3–4 kilometer ke segala arah.

Menurut laporan Badan Geologi, peningkatan signifikan aktivitas kegempaan telah terpantau sejak pukul 18.00 hingga 20.00 WITA, yang kemudian diikuti oleh erupsi. Letusan diduga dipicu oleh akumulasi gas vulkanik yang terperangkap di dalam tubuh gunung selama dua pekan terakhir.

Asap putih juga tampak keluar dari kawah dengan intensitas tipis hingga tebal, menjulang setinggi 100–500 meter di atas puncak gunung.

Status Level IV (Awas), Warga Diminta Waspada

BACA JUGA  442 Unit Huntara Disiapkan untuk Pengungsi Erupsi Lewotobi

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik masih tinggi. Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Status Level IV (Awas).

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat:

  • Tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
  • Menjauhi area sektoral barat daya–timur laut hingga 7 km.
  • Warga diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
  • Tidak menyebarkan atau mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.

Selain potensi erupsi susulan, warga di sekitar aliran sungai berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai bahaya banjir lahar, terutama jika terjadi hujan deras. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen.

BACA JUGA  BPBD Flores Timur Siapkan Sejumlah Tempat Pengungsian

Hujan dan Abu Vulkanik

Letusan ini juga berdampak pada kondisi cuaca di sekitar gunung. Cuaca yang sebelumnya cerah berubah menjadi hujan setelah erupsi, dengan suhu udara berkisar 19–26°C.

Warga yang terdampak hujan abu disarankan untuk mengenakan masker atau pelindung hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan.

Pemerintah daerah diimbau terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk penanganan lebih lanjut. (*/S-01)

BACA JUGA  Khofifah Minta Masyarakat di Sekitar Semeru Waspada

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

KORLANTAS Polri menetapkan operasi bersandi Operasi Ketupat Progo 2026 Polda DIY sebagai yang terbaik. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat yang dirilis oleh Korlantas Polri, Polda DIY menduduki peringkat pertama dalam kategori…

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

MESKI terjadi peningkatan konsumsi energi seiring tingginya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran, PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah berhasil memenuhinya. Area Manager Communication, Relations, &…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

  • March 29, 2026
Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

  • March 29, 2026
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

  • March 29, 2026
Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

  • March 29, 2026
Pemkot Bandung Ikut  Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

  • March 29, 2026
Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus