USGS Prediksi Gempa Susulan Usai Gempa M8,8 Kamchatka

BADAN Geologi AS (USGS) mengeluarkan prediksi terbaru setelah gempa besar bermagnitudo 8,8 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada 30 Juli 2025 waktu setempat. Gempa ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pencatatan modern.

Menurut USGS, dalam sepekan setelah gempa utama, kemungkinan gempa susulan adalah:

  • 3% untuk gempa M7 atau lebih besar
  • 34% untuk gempa M6 atau lebih besar
  • Lebih dari 99% untuk gempa M5 ke atas

Gempa besar ini juga memicu peringatan tsunami di seluruh kawasan Pasifik.

Rangkaian Gempa Besar

Gempa M8,8 ini bukan kejadian tunggal. Dalam 10 hari sebelumnya, wilayah Kamchatka diguncang lebih dari 50 gempa berkekuatan M5 ke atas, termasuk gempa M7,4 dan beberapa gempa M6,6. Setelah gempa utama, tercatat lagi gempa M6,9 dan M6,2.

BACA JUGA  USGS: Gempa 7,4 SR di Kamchatka, Bagian dari Susulan M8,8

Mengapa Gempa Ini Berbahaya

USGS mencatat gempa terjadi di kedalaman dangkal sekitar 20 km di zona subduksi. Pergeseran lempeng menyebabkan dasar laut naik dan memicu tsunami. Getaran kuat juga dirasakan hebat di wilayah pesisir.

Tim ilmuwan USGS memperkirakan patahan sepanjang 480 km bergeser sejauh 9 meter dalam waktu 3,5 menit.

Prediksi Dampak dan Respons Cepat

USGS langsung mengaktifkan sistem PAGER, yang memperkirakan dampak gempa terhadap jiwa dan ekonomi. Hasilnya:

  • Peringatan MERAH untuk kerugian ekonomi (parah dan luas)
  • Peringatan KUNING untuk korban jiwa

Sistem ini menggunakan data gempa, lokasi, jumlah penduduk, dan kekuatan bangunan untuk membantu pemerintah dan lembaga kemanusiaan merespons cepat.

BACA JUGA  Afghanistan Diguncang Gempa Bumi M 6,0 Kedalaman 8 Km

Kerja Sama Global Pantau Bumi

Gempa Kamchatka menjadi bukti pentingnya kerja sama internasional dalam pemantauan gempa. Lewat jaringan Global Seismographic Network, data dari lebih 150 stasiun gempa di seluruh dunia dikumpulkan dan dibagikan secara real-time untuk memprediksi dan menanggapi bencana dengan cepat.

Sains untuk Siaga Bencana

USGS menegaskan pentingnya riset dan teknologi untuk membangun ketahanan masyarakat. Gempa besar seperti di Kamchatka jadi pengingat bahwa kesiapsiagaan, pemantauan ilmiah, dan informasi akurat dapat menyelamatkan banyak nyawa. (*/S-01)

BACA JUGA  USGS: Gempa 7,4 SR di Kamchatka, Bagian dari Susulan M8,8

Siswantini Suryandari

Related Posts

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara